Suara.com - Seorang pelajar dari salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan meninggal dunia diduga akibat meminum cairan Polylab Etanol.
Kapolres Balangan AKBP Moh Zamroni melalui Kapolsek Batumandi Iptu Pol Rudianto mengatakan korban bersama tiga kawannya yang masih pelajar. Mereka sama-sama minumm etanol.
"Korban meninggal dunia berinisial WHY (21), warga Desa Munjung, Kecamatan Batumandi, sementara tiga rekannya MN (17), MA (15), dan ZL (20) masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Balangan," katanya, di Batumandi, Selasa (23/1/2018).
Setelah meminum cairan itu korban sakit perut dan muntah-muntah pada Senin (22/1/2018) sekitar pukul 04.00 Wita.
Oleh pihak keluarga korban, dia langsung dilarikan ke RSUD Balangan untuk mendapatkan perawatan medis dan sekitar pukul 10.00 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia.
Dia menjelaskan tiga rekannya, yang merupakan warga Kecamatan Batumandi, masih dilakukan perawatan di RSUD Balangan, diduga sementara akibat dari meminum cairan yang sama.
"Kami masih menunggu hasil laboratorium, terkait penyebab meninggalkan WHY, serta penyebab ketiga rekannya juga dirawat, sehingga kami belum bisa memastikan apakah akibat dari meminum cairan Polylab Etanol atau hal lainnya," ujar dia.
Barang bukti yang diamankan petugas saat ini, satu botol kaca warna cokelat gelap dengan ada tulisan tentang produk bermerk Polylab Etanol. (Antara)
Baca Juga: Bom Meledak di Pasar di Kawasan Muslim Thailand, 3 Orang Tewas
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka