Suara.com - Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta masyarakat untuk tidak terpancing isu-isu provokatif terkait penyerangan tokoh agama yang beberapa waktu lalu banyak terjadi di Tanah Air.
"Masyarakat jangan jadi ikutan emosi dengan isu-isu itu. Kadang memang ada pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan orang agar dia menang," ujar Gatot di Singapura, Senin (5/3/2018).
Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) itu menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian kasus tersebut kepada pihak kepolisian.
"Kan polisi sudah memeriksa dari psikologisnya, sudah memeriksa para pelaku. Itu kan berarti sudah bagus penanganannya," kata Gatot.
Menurut dia, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima informasi saat mendekati Pemilihan Kepala Daerah 2018, salah satunya yakni dengan mencari kebenaran mengenai kabar tersebut.
"Kita harus peka menjelang pelaksanaan Pilkada di 171 daerah nanti. Ini harus terus diwaspadai," ungkap Gatot. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan