Suara.com - Mantan Ketua DPR Setya Novanto yang kini menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik, menilai kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama lebih dari tiga tahun sudah maksimal.
Menurutnya, program yang dilaksanakan Jokowi dan Jusuf Kalla sudah memenuhi kepentingan masyarakat.
"Apa yang dilakukan Pak Jokowi sudah maksimal, bisa melakukam langkah atau program berkaitan dengan infrastruktur untuk kepentingan rakyat," katanya di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2018).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut mengatakan selama menjabat, Jokowi juga sangat konsisten.
Dia berharap, para pembantu Jokowi, yakni para menteri yang ada di Kabinet Kerja terus mendukung langkah dan program yang sudah ada.
"Itu sudah dilakukan dari mulai saya menjabat selalu konsisten, selalu berkepentingan dengan kepentingan rakyat. Tapi sebagai manusia tentu ada kekurangan, dan ini harus dilengkapi dengan kabinet yang menjadi target bapak presiden," kata Setnov.
Untuk prestasi para menteri, Setnov memiliki penilainnya sendiri. Menurutnya, hingga kekinian, masih ada menteri yang kurang maksimal bekerja dalam mendukung program Jokowi-JK.
"Tentu presiden punya target kepada menterinya, sekarang tinggal evaluasi, ada yang perlu digenjot kembali, ada menteri yang masih lemah," tutup Mantan Ketua Fraksi Golkar di DPR RI ini.
Baca Juga: Jokowi Doakan Perempuan Indonesia Tenteram dan Makmur
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya