"Masing-masing dari kita bebas percaya apa pun. Aku menilai, penjelasan paling sederhananya adalah, Tuhan itu tidak ada. Tidak ada sosok yang menciptakan semesta dan menentukan nasib manusia," tuturnya.
Kebudayaan Pop dan Politik
Karya Hawking tak terhenti hanya pada dunia sains. Ia juga menjelajah hingga ke arena kebudayaan dan politik.
Hawking, ketika masih menjadi mahasiswa, aktif terlibat dalam demonstrasi-demonstrasi hak sipil dan anti-perang.
Pada Maret 1968, Hawking ikut demonstrasi bersama Tariq Ali dan Vanessa Redgrave untuk memprotes Perang Vietnam. Tariq Ali kekinian dikenal sebagai sastrawan Inggris. Sementara Vanessa sejak lama dikenal sebagai artis.
Hawking, seperti diberitakan USA Today, 3 November 2004, mengutuk perang invasi Amerika Serikat ke Irak.
"Invasi ke Irak adalah aksi kejahatan perang AS," tegasnya kala itu, seperti dikutip dari artikel USA Today berjudul "Scientist Stephen Hawking Decries Iraq War".
Sementara pada tahun 2013, Hawking mulai mengampanyekan agar kaum intelektual memboikot Israel.
Baca Juga: Kapolri Yakin Sejuta Pasukan Pilkada 2018 Bisa Tangkal Isu Agama
Hawking menyerukan agar para saintis dan intelektual harus memboikot Israel karena pemerintah Zionis menjajah tanah Palestina.
Termutakhir, seperti dilansir vnexpress, Hawking mengkritik Presiden AS Doland Trump sebagai "demagog rendahan".
Sembari terus menekuni kosmologi serta fisika maupun terlibat dalam kritik politik, Hawking juga menaruh perhatian pada kebudayaan popular.
Menurutnya, kebudayaan popular yang telah dikooptasi sistem kapitalisme sehingga hanya mengutamakan keuntungan, justru semakin menjauhkan anak-anak dan kaum muda dari kebenaran sejati.
Karenanya, tahun 2007, bersama putrinya bernama Lucy, Hawking menerbitkan buku khusus anak-anak berjudul "George's Secret Key to the Universe".
Dalam buku itu, Hawking dan putrinya menjelaskan banyak hal mengenai ihwal alam semesta dan fisika secara popular sehingga bisa dipahami anak-anak.
Ia juga sempat menjadi cameo dalam film "Star Trek: The Next Generation" dan film "The Simpsons". Suaranya juga digunakan dalam lagu band Pink Floyd.
Lantas, apa yang membuat Hawking terus bersemangat berkarya di banyak bidang meski memunyai keterbatasan fisik, dan pada era 1960-an sempat divonis tak bakal lama hidup?
Hawking, dalam film dokumenter mengenai dirinya tahun 2013 berjudul “Hawking”, mengungkapkan alasannya mampu mengerjakan banyak dalam di tengah keterbatasnnya.
“Karena setiap hari bisa saja menjadi hari terakhir bagiku. Aku memunyai hasrat untuk melakukan banyak hal yang terbaik di setiap menit nafasku.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten Jayapura
-
Jauh dari Kampung, Warga Menteng Jaya Ragu Pindahkan Liga Aspal ke RPTRA Borobudur
-
Toyota Indonesia Sambut Rencana Insentif Kendaraan Listrik dengan Baterai Nikel
-
BPS Ungkap Tingkat Pengangguran di Riau per Mei 2026
-
Pertebal Bukti Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kota Bengkulu
-
Promo Belanja di Yomart, Ada Diskon Spesial dari BRI
-
Investasi Bertebar Promo Hanya di BRImo
-
5 Trik Pakai Sunscreen Sesuai Arahan Dokter agar Flek Hitam Pudar dan Wajah Glowing
-
5 Zodiak yang Paling Suka Ghosting dan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Kabar
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan