Suara.com - Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan mengajak warga untuk pemadaman lampu selama satu jam, dalam menyambut Earth Hour 2018 dari pukul 20.30 WIB sampai 21.30 WIB.
Perayaan Earth Hour akan dilaksanakan bersama dengan WWF Indonesia, @asiangames2018, dan @love_gbk di Plaza Timur SUGBK mulai pukul 19.00 WIB -22.00 WIB, Sabtu (24/3/2018).
Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adjie menyampaikan, dalam perayaan Earth Hour akan ada night run, night cycling, kemah ceria, permainan tradisional, beat box & music performance dan berbagai kegiatan seru lainnya. Kegiatan-kegiatan ini dilakukan bersama Panda Mobile, Indorunners, Indonesia Kemah Ceria, Longboarder CFD Indonesia.
"Jangan lupa bawa botol minum, glow stick atau kenakan kaos 'glow in the dark; mu untuk menambah serunya perayaan nanti!" ujarnya dalam siaran pers, Jum'at (23/3/2018).
Pemadaman lampu selama satu jam itu, mengikuti arahan dari Surat Edaran Nomor 5/SE/2018 dan Instruksi Gubernur Nomor 28 Tahun 2018 tentang Pemadaman Lampu Pada Pelaksanaan Kampanye Earth Hour 2018. untuk itu, para Kepala SKPD/UKPD juga turut berpartisipasi dalam Kampanye Earth Hour 2018 di seluruh bangunan atau gedung Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Sementara untuk warga di luar Jakarta, juga bisa berpartisipasi dengan Virtual Run - berlari, bersepeda ataupun jalan kaki selama 60 menit. Semua kegiatan ini dilaksanakan mulai 23 hingga 25 Maret 2018.
"Kepada siapapun bisa ikut merayakan dengan mematikan lampu dan alat elektronik yang tak terpakai pada pukul 20.30 hingga 21.30 sebagai tanda dukunganmu untuk aksi nyata atasi perubahan iklim," ujarnya.
Baca Juga: Earth Hour, Lampu di 7 Situs Ikonik Jakarta Akan Dimatikan
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028
-
Insiden Panipahan Jadi 'Wake-Up Call', Kapolda Riau Deklarasi Perang Total Lawan Narkoba
-
Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
-
Nyatakan Netral, PSI Siap Mediasi Sahat-JK
-
Resmi, UBL Pecat Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Mahasiswi