Suara.com - Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dan Kementrian Hukum dan HAM membangun lapas kategori khusus untuk narapidana berisiko tinggi (high risk) atau berbahaya demi memenuhi standar keamanan di Unit Pelaksana Teknis (UPT). Semisal napi narkoba dan terorisme.
Lapas kategori khusus tersebut menurut Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mardjoeki sudah dioprasionalkan di pulau Nusakambangan.
"Baru bulan-bulan terakhir ini. Kita kan awalnya ditinjau oleh Menkumham (Yasonna Laoly) dan Kapolri (Jenderal Pol Tito Karnavian), dua tempat di anggap reprsentatif untuk menempatkan bandar narkoba dan teroris yang high risk," kata Plt Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mardjoeki disela-sela Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan tahun 2018 di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta, Rabu (4/4/2018).
Ada dua lapas yang akan digunakan sebagai tempat khusus untuk menempatkan narapidana berisiko tinggi yakni di Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih.
Menurut Mardjoeki, Lapas Batu akan dipergunakan sebagai Lapas khusus bagi narapidana narkoba berklasifikasi tinggi seperti bandar-bandar narkoba yang memiliki jaringan luas.
Sementara Lapas Pasir Putih khusus digunakan untuk menampung narapidana kasus terorisme.
"Sudah oprasionalkan di Nusakambangan itu Lapas Batu dan Lapas Pasir Putih. Lapas Batu untuk (narapidana) narkoba, Lapas Pasir Putih untuk (narapidana) teroris. Kita sudah mulai isi," lanjutnya
Tujuan pembuatan lapas untuk narapidana berisiko tinggi ini adalah sebagai sarana pembinaan dan rehabilitasi bagi narapidana kasus narkoba dan terorisme.
Apabila proses pembinaan berjalan baik, maka status narapidana baik di Lapas Batu maupun Lapas Pasir Putih bisa saja berubah secara bertahap menjadi narapidana kategori biasa.
Baca Juga: ASEAN-Australia Berantas Terorisme dengan Pendekatan Keras-Lunak
"Mereka tak selamanya disana ada proses pembinaan dan melalui asesmen (penilaian) mereka akan secara bertahap, yang (nantinya) tidak masuk dalam kategori high risk kita keluarkan dari Lapas high risk," ungkap Mardjoeki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan