Suara.com - Djunaedi mendatangi gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (5/5/2018), untuk memberikan keterangan sebagai ayah Mahesa, bocah korban tewas tragedi pembagian sembako di Monas.
Ia mengatakan, kedatangannya untuk memberikan keterangan terkait kronologis kematian Mahesa di acara yang digelar Forum Untukmu Indonesia pada Sabtu (28/4) pekan lalu.
"Saya belum lapor apa-apa, saya ini memenuhi panggilan polisi saja, untuk mengklarifikasi kronologi kejadian," ujar Djunaedi di Polda Metro Jaya.
Djunaedi menuturkan, dirinya mengikhlaskan kepergian Mahesa yang meninggal pada acara pembagian sembako karena terinjak-injak.
Menurutnya, kepergian Mahesa dari dunia merupakan takdir yang bersifat ilahiah.
"Kalau saya sebagai orang tua, serta istri dan keluarga besar, sudah mengikhlaskan. Mungkin ini sudah jalan Allah, sudah jalannya, saya ikhlas," tuturnya.
Djunaedi menegaskan, pihaknya tidak akan melanjutkan kasus kematian putranya ke ranah hukum, dan tidak akan menuntut penyelenggara acara tersebut.
Ia juga menuturkan, jajaran Pemerintah Provinsi Jakarta telah menyampaikan bela sungkawa atas kematian Mahesa.
"Ikhlas, iya ikhlas. Tidak melanjutkan. Pihak terkait juga sudah ada perhatiannya kepada kami. Pihak terkait dari staf Suku Dinas Pariwisata ke rumah, wali kota, camat, Jakarta Utara mewakili gubernur dan wakil gubernur mengucapkan belasungkawa.”
Baca Juga: Penumpang Selamat, Penarik Becak Tewas Ditabrak Kereta
Selain itu, ia menyebut ada kelompok yang mengatasnamakan relawan, memberikan uang kepada dirinya.
"Pihak terkait dari panitia yang mengatasnamakan relawan juga sudah ada. Ada perhatiannya kepada keluarga kami. Saya sudah iklhas, kan tidak ada tekanan," tandasnya.
Selain Mahesa, acara itu juga memakan korban bocah lainnya, Muhammad Rizki Saputra. Keluarga bocah 10 tahun itu mengadukan panitia acara tersebut ke Bareskrim Polri untuk bertanggungjawab.
Berita Terkait
-
Ketua Panitia Sembako Maut Relawan Oke Oce? Ini Kata Sandiaga
-
Tragedi Pembagian Sembako Monas, Sandiaga Siap Diperiksa Polisi
-
Tragedi Pembagian Sembako Monas, Polisi Akan Panggil Sandiaga Uno
-
Di Bareskrim, Ibu Korban Tragedi Sembako Maut Pingsan
-
Ibu Bocah Korban Pembagian Sembako Maut Lapor Bareskrim
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan