Suara.com - Meningkatnya penggunaan batubara pada pembangkit listrik berbahan bakar batubara dinilai aktivis lingkungan Greenpeace sangat beresiko bagi kesehatan manusia.
"Meningkatnya kembali penggunaan batubara, gas dan minyak bumi pada 2017 artinya tidak hanya menambah emisi CO2 tetapi juga meningkatkan emisi polutan udara beracun, membawa risiko bagi kesehatan masyarakat. Ini harus diatasi segera," ujar Lauri Myllyvirta, ahli polusi udara Greenpeace saat ditemui di Denpasar, Selasa (8/5/2018).
Sebanyak 20.000 kematian dini pertahun di Asia Tenggara adalah hasil hasil kontribusi polusi udara dari pembangkit listrik tenaga batubara.
menurut riset dari Universitas Harvard dan Greenpeace International, jika rencana pembangunan PLTU-PLTU baru berjalan, diperkirakan angka tersebut bisa meningkat hingga 70.000 dari bermacam penyakit seperti kanker paru-paru, stroke, serta penyakit pernafasan.
Saat ini para pelaku industri fosil sedang berkumpul, membangun jaringan, dan melakukan kesepakatan-kesepakatan bisnis di sebuah hotel mewah di Bali. "Pulau indah yang saat ini sedang menghadapi persoalan serius terkait batubara," ujar Lauri.
Saat ini beberapa unsur masyarakat di daerah Celukan Bawang tengah berupaya menentang rencana ekspansi PLTU di daerah itu yang akan berdampak pada lingkungan serta sumber penghidupan masyarakat sebagai petani dan nelayan.
Selain itu, aktivis Greenpeace Indonesia juga menghalau tongkang-tongkang pengangkut batu bara yang secara ilegal memasuki Taman Nasional Karimunjawa. Dari hasil riset yang dilakukan Greenpeace memperlihatkan praktik ilegal ini merusak terumbu karang dan berdampak pada penghasilan nelayan setempat.
Jurkam Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hindun Mulaika mengatakan bahwa saat ini para pelaku industri batubara berkumpul di Bali untuk menyelamatkan masa depan bisnis mereka, kesehatan dan pencaharian masyarakat Indonesia sedang terancam.
"Negeri ini tidak layak mendapatkan masa depan yang dibangun di atas batubara. Ini saatnya pemerintah berpihak pada masyarakat dan segera beralih ke energi terbarukan," ujarnya.
Baca Juga: Puluhan Perusahaan Batubara di Indonesia Terancam Bangkrut
Menurut Hindun, batubara adalah industri yang akan segera berakhir. Tidak hanya kesadaran global akan dampak buruknya, tetapi investor-investor besar sudah mulai enggan menaruh modalnya di sektor ini.
Deutsche Bank, bank terbesar di Jerman telah menyatakan akan menghentikan mendanai proyek batubara sebagai bagian dari komitmen terhadap Kesepakatan Paris untuk menghentikan dampak perubahan iklim.
Badan pendanaan internasional seperti Bank Dunia, Bank Export Import Amerika Serikat, dan Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan, juga memutuskan untuk berhenti berinvestasi di pembangkit listrik tenaga Batubara.
Di negara-negara benua Amerika dan Eropa, Asia Timur seperti Cina, batubara telah ditinggalkan dan digantikan oleh sumber energi terbarukan. Cina misalnya, negara ini telah memanfaatkan tenaga surya dan angin dengan kapasitas yang sangat besar.
Ironisnya, di konferensi industri batubara terbesar di Asia yang dihadiri pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ini menunjukkan bahwa pemerintah masih memberikan dukungan yang sangat besar terhadap dominasi batubara, yang sudah jelas terbukti menghasilkan polusi tinggi dan dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat setempat.
sumber: Antara
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia
-
3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo
-
Sempat Viral Zebra Cross Hilang, Pemprov DKI Akhirnya Bikin 5 Titik di Tebet
-
Pakar Pidana: Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Harus Diadili di Peradilan Umum
-
Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR: Kriminalisasi terhadap Pekerja Kreatif adalah Keterbelakangan Hukum
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'