Selang 10 tahun, diktum Voltaire yang teguh dipegang oleh Dawam itu pula menyebabkan Hamid bertengkar dengannya.
Tahun 2004, Lia Aminuddin dan kelompok keagamaannya dikecam banyak pihak. Dawam membela Lia dan para pengikutnya.
Dawam, kata Hamid, membela posisi Lia dengan alasan Lia hanya mengutip ayat Al Quran. Namun, Hamid berkeberatan, sebab menurutnya, Lia juga menindas pengikutnya, termasuk yang masih kanak-kanak.
“Mas Dawam menggebrak meja dan berdiri dari kursinya karena sangat keberatan dengan sikap saya. Semua peserta rapat terdiam. Dalam diam, saya bertekad di batin: Saya tidak akan melawan senior yang sangat saya hormati itu, sambil tak selamanya akan bersepakat dengannya,” tutur Hamid.
Dipecat Sekaligus Dikagumi Muhammadiyah
Sikap keras Dawam untuk membela kaum minoritas keagamaan, etnis, maupun kelompok politik tertentu itu, memunyai konsekuensi logis. Ia dipecat dari keanggotaan Muhammadyah pada tahun 2006.
Pemecatan itu erat terkait sikap Dawam yang membela jemaah Ahmadiyah. Sementara Muhammadiyah memunyai penilaian sendiri mengenai jemaah tersebut.
Namun, sifat Dawam yang keras kepala untuk membela kaum minoritas itu juga mendapat ganjaran berupa penghargaan HAM Yap Thiam Hien pada tahun 2013.
Walau dipecat, Muhammadiyah tetap mengagumi persona dan pemikian Dawam.
Baca Juga: AJI Jakarta Kecam Ratusan Kader PDIP Serang Kantor Radar Bogor
"Pak Dawam adalah intelektual dan aktivis Muslim yang progresif," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Rabu, seperti diberitakan Antara.
Sosialisme Religius
Selain membela kaum minoritas, Dawam juga dikenal sebagai pemikir ekonomi-politik progresif di Indonesia. Ia gemar mengkritik kapitalisme dan mempromosikan demokrasi koperasi. Ia juga mampu menjelaskan konsep Sosialisme Religius yang dianggapnya bisa menjadi solusi.
"Dawam Rahardjo adalah sosok yang mengusung bahwa demokrasi ekonomi itu manifestasinya ya koperasi," kata Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (Akses) Suroto di Jakarta, Kamis.
Para penggerak ekonomi koperasi, kata Suroto, kehilangan sosok penganut konsep koperasi sebagai adalah konsep post-kapitalisme dan post-revolusioner.
"Bahkan beliau begitu yakin abad 21 ini harusnya menjadi abad koperasi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung
-
Israel Porak-poranda Dibom Rudal Kiamat Iran, Negara Tetangga Ikut Repot Hingga Ratusan Orang Tewas
-
KPK Jadikan Yaqut Cholil Qoumas Tahanan Rumah, DPR: Ini Tidak Lazim
-
Spesifikasi Pesawat Tempur F-35, Jet Siluman Amerika Serikat Keok Ditembak Iran
-
Bisakah Limbah Sawit Jadi Solusi Ekonomi Hijau, Guru Besar IPB Bilang Begini
-
Gus Yaqut 'Mendadak' Jadi Tahanan Rumah, Legislator PKB Minta Penjelasan Transparan
-
Isi Curhat Benjamin Netanyahu Kena Mental Diserang Drone Iran
-
Israel Lumpuh, Iran Sulap 2 Wilayah Zionis Ini Jadi Kota Hantu
-
Perang Iran Picu Krisis Energi Global, Bisakah Energi Terbarukan Jadi Jalan Keluar?
-
Rudal Kiamat Iran Punya Jarak Tempuh 'Aceh-Papua' Bikin Ketar-ketir AS dan Inggris