Suara.com - Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru baru saja menggagalkan pengiriman paket mencurigakan yang berisi barang ilegal. Awalnya petugas tak curiga. Hingga akhirnya kejelian petugas berhasil membongkar paket mencurigakan tersebut.
Manager Umum Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru Jaya Tahoma Sirait, di Pekanbaru, Jumat, mengatakan, setelah dicek lebih lanjut, ternyata paket tersebut berisi organ satwa berupa kulit ular dan kulit biawak seberat 31,3 kilogram. Organ tersebut sedianya dikirim menuju Jakarta melalui jasa kargo maskapai Citilink.
"Ada barang kiriman kargo yang tidak sesuai dengan pemberitahuan tentang isi berupa kulit hewan dengan nomor SMU 888-2159-9911," kata Jaya seperti dikutip Antara, Jumat (1/6/2018).
Dia menjelaskan, pengungkapan tersebut berawal saat petugas curiga dengan barang kiriman sebanyak dua koli menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 937/CGK tujuan Jakarta.
Sesuai keterangan yang tertera pada paket tersebut, barang kiriman terbungkus rapi itu berisi kain.
Belakangan, petugas Aviation Security atau keselamatan penerbangan yang mengoperasikan mesin X-Ray curiga ketika melihat tampilan layar.
"Operator X-Ray mencurigai adanya tampilan layar salah satu kiriman barang yang diperiksa milik ekspedisi J & T terebut," ujarnya.
Selanjutnya, petugas memeriksa kiriman itu secara manual dan ternyata ditemukan tumpukan kulit ular dan kulit biawak.
Jaya mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terkait temuan tersebut. Pada hari ini juga, dia mengatakan organ hewan itu langsung diserahkan ke BKSDA Riau.
Kepala Teknis KSDAE BBKSDA Riau Mahfud mengatakan pihaknya tengah menelusuri pengirim organ satwa tersebut.
Dia mengatakan saat ini jajarannya masih terus berkoordinasi dengan otorita Bandara SSK II Pekanbaru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana