Suara.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut koalisi keummatan yang diusulkan oleh pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab sudah masuk ke pembahasan tahap kedua. Yakni penjajakan partai-partai anggota koalisi.
Sedangkan pada pembahasan tahap pertama terkait platform dari koalisi keumatan itu sendiri.
"Baru nanti yang ketiga, baru seperti apa sih Capres dan Cawapres," kata Mardani di DPR, Jakarta, Rabu (6/6/2018).
Menurut Mardani kemungkinan akan ada tujuh tahap pembahasan untuk sampai pada kesepakatan serta kesimpulan terbentuknya koalisi keumatan.
Ia berharap, koalisi yang dirumuskan dalam pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, pimpinan PKS dan Rizieq di Mekkah di Arab Saudi pekan lalu dapat dirampungkan sebelum tanggal 7 Juni mendatang.
Mardani mengakui, pihaknya sangat berharap pembentukan koalisi itu memiliki efek positif pada kandidat-kandidat kepala daerah yang diusung PKS. Sebab itu, koalisi mesti terbentuk sebelum Pilkada serentak berlangsung.
"Karena kami berharap ada efek ke Pilkada. Kalau pak Jokowi mah enak, nggak ngurusin Pilkada. Kalau kita ngurusin Pilkada. Kalau diumumkan sebelum Pilkada itu akan baik buat Pilkada kami (PKS)," imbuh Mardani.
Berita Terkait
-
Kabar Kasus 'Chat Mesum' Rizieq Dihentikan, Mabes Polri Bungkam
-
PKS Nilai Jubir KPK Kebablasan Jalankan Tugasnya
-
Rizieq Usul Koalisi Keumatan Dukung Prabowo, Ini Kata Gerindra
-
Fadli Zon sampai Mardani Rekaman Ulang Lagu 2019 Ganti Presiden
-
Ngeri! Ini Permintaan Rizieq ke Prabowo-Amien untuk Lawan Jokowi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Gerindra Tepis Isu 'Mata-matai' Wapres Gibran: Yang Ada Adalah Perintah untuk...
-
Mencekam! Gempa Dahsyat M 7,1 Guncang Venezuela, Peringatan Berpotensi Tsunami Dikeluarkan
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?