Suara.com - PT Pos Indonesia menggelar mudik gratis 2018 yang diperuntukan bagi masyarakat di Bandung yang akan mudik ke daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 11 Bus digunakan PT Pos untuk mengangkut pemudik dalam program mudik gratis itu.
"Hari ini ada 517 pemudik dari Bandung kita lepas untuk 3 tujuan mulai Semarang, Solo dan Yogyakarta. Menggunakan 11 bus dengan rincian ke Semarang 2 bus, ke Solo 6 bus dan sisanya ke Yogya," kata Direktur SDM PT Pos Indonesia, Agus F Hardoyo di halaman kantor PT Pos, Jalan Cilaki, Bandung, Jawa Barat, Senin (11/6/2018).
Menurutnya, 3 kota itu dijadikan tujuan mudik lebaran kali ini lantaran kebanyakan perantau di wilayah Bandung raya berasal dari 3 daerah itu. Makanya, kata dia, PT Pos mengambil inisiatif untuk melakukan program mudik gratis dengan tujuan utama Solo, Semarang dan Yogyakarta.
"Mayoritas urban di sini tujuannya kesana ya. Jadi bukan hanya tujuan Semarang aja, jadi misalkan daerah Cirebon, Tegal itu juga bisa kebawa ya," bebernya.
"Pemudiknya rata-rata dari Bandung, mayoritas itu pelanggan PT Pos dan masyarakat. Ada dari PT Pos juga seperti OB (office boy) dan security karena nanti ditugaskan sekaligus mengawal ya," lanjutnya.
Selain di kota Bandung, PT Pos pun menggelar mudik gratis dengan pemberangkatan dari Jakarta dan Surabaya. Sebanyak 750 pemudik diberangkatkan PT Pos dari Jakarta dan 250 pemudik dari Surabaya.
"Tahun ini yang terbesar ya untuk mudik gratis yang dilakukan oleh PT Pos. Peningkatannya sekitar 5 kali lipat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," katanya. (Aminuddin)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan