Suara.com - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terus mengontrol apabila terjadi kemacetan di berbagai wilayah jalur mudik. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, belum ada kemacetan signifikan yang terjadi di wilayah Jabodetabek.
Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, apabila memang terjadi kemacetan parah, pihaknya akan langsung menurunkan petugas untuk segera melakukan pengalihan arus. Hal itu terjadi di Bekasi Barat Minggu (10/6/2018) malam.
"Contoh, kemaren terjadi kemacetan panjang di Bekasi Barat ekornya sampe ke tol lebih kurang lima kilometer. Kami langsung koordinasi dengan Dinas Perhubungan kota Bekasi, kami terjunkan (petugas) dan tidak lama kemudian terurai," kata Bambang di Posko Mudik Nasional Kemenhub, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2018).
Pengaturan diberlakukannya pengalihan lawan arus atau contra-flow disarankan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat rapat perihal mudik Lebaran 2018. Moeldoko menyarankan apabila terjadi kemacetan sepanjang tiga kilometer maka harus dilakukan contra-flow.
Akan tetapi, pemberlakukan contra-flow hanya akan dilakukan oleh Jasa Marga pada siang hari, karena akan berbahaya apabila dilakukan pada malam hari.
"Memang yang jadi tantangan kita di malam hari, karena contraflow di malam hari cukup bahaya, kita lakukan pengalihan saja tapi kalau sudah mendesak sekali terpaksa kita lakukan contraflow di malam hari," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Diprotes Warga Srengseng Sawah, Pemprov DKI Jakarta Siap Evaluasi Izin Party Station
-
Kembali Jadi Tersangka, Ini Daftar Hitam Kasus Hukum Habib Bahar bin Smith
-
Hubungan Putri Kerajaan Norwegia dengan Epstein, Sebut 'Predator Seks' Sosok Menawan
-
Arief Hidayat Pamit dari MK: Bongkar Rahasia 'Dissenting Opinion' hingga Kelakar Kekalahan Ganjar
-
Polemik Yayasan Unsultra: Pemprov Sultra Sesalkan Nur Alam Tak Hadir Mediasi, Sebut Tak Kooperatif
-
Rencana Prabowo Bertemu Trump, Seskab Teddy Sebut Masih dalam Pembahasan