Suara.com - Mudik dan balik lebaran selalu menyisakan kisah unik, salah satunya adalah peristiwa di Garut, Jawa Barat, saat Idul Fitri 1439 Hijriah. Seorang istri tertinggal di jalanan oleh sang suami yang kelupaan.
Sang istri yang tak diketahui namanya, tertinggal di di Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum wilayah Kadungora, Kabupaten Garut, Jabar, Minggu (17/6) akhir pekan lalu.
Hal tersebut terungkap melalui unggahan foto dan keterangan akun Instagram Satuan Lalu Lintas Polres Garut, @satlantaspolresgarut.
Dalam foto tersebut, tampak seorang perempuan menangis karena tertinggal sang suami saat mereka melakukan perjalanan mudik di Garut memakai sepeda motor.
"Kami imbau kepada Bapak-bapak agar selalu ingat yang diboncengnya pak. Ibu ini kebingungan mencari-cari pak. Waduh, ketinggalan kayaknya pak," tulis Satlantas Polres Garut sebagai keterangan foto.
Kasatlantas Polres Garut Ajun Komisaris Erik Bangun Prakasa membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Iya, ada peristiwa itu. Ibu tersebut sempat kebingungan mencari suaminya. Akhirnya, dibantu petugas, dia bisa kembali dipertemukan dengan suami," ujar Erik, Rabu (20/6/2018).
Ia menjelaskan, ibu itu dengan sang suami tengah mudik dan berhenti untuk mengisi bahan bakar sepeda motor mereka di SPBU Kadungora, Minggu pagi sekitar pukul 09.30 WIB.
Saat mengisi bahan bakar, ibu itu turun dari motor untuk pergi ke toilet umum, sedangkan suaminya mengantre.
Baca Juga: Jadi Pj Gubernur Jabar, Iriawan Sowan ke Aa Gym dan Didoakan
Ketika keluar dari toilet, ibu itu menghampiri pedagang cilok di sekitar SPBU untuk membeli. Setelahnya, ia kaget karena tak lagi mendapati sosok sang suami di antrean SPBU.
”Ibu itu kaget, dikira ketinggalan. Ternyata suaminya menyusul dia ke toilet setelah mengisi bahan bakar. Suaminya juga kaget, karena tak mendapati istrinya di sana,” kata Erik.
Setelah mengatasi kepanikan, ibu itu melapor ke polisi di Pos Operasi Ketupat Lodaya 2018. Laporan ibu itu diterima Bripda Febriani Dewi yang langsung membantu mencari si suami.
“Sekitar 30 menit melakukan pencarian, personel kami mengantar ibu itu kembali ke SPBU. Di sanalah sang suami sudah menunggu. Setelahnya mereka langsung kembali berangkat, belum sempat menanyai indentitasnya,” tandasnya.
Berita Terkait
-
Lebaran, Pedagang Kecil di Ragunan Untung Sampai Rp 1,5 Juta
-
Pemudik Ini Beruntung Salat Id Pertama dan Terakhir di Masjid ini
-
Mudik, Sudah 646.000 Mobil Tinggalkan Jakarta via Tol Cikarang
-
Mudik Lebaran 2018, Toyota Siagakan 307 Titik Pelayanan Servis
-
Lebaran di Bandung, Ini Menu yang Dinanti Alya Rohali
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?