Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan meminta masyarakat daerah yang baru datang ke ibu kota Jakarta mengikuti semua peraturan yang ada. Di mana ada sejumlah aturan agar para pendatang bisa nyaman dan tenang memulai hidup baru di Ibu Kota.
"Aturan harus tetap dipenuhi, jadi semua warga yang akan bekerja di kota mana pun, itu harus mengikuti semua aturan yang ada di kotanya," ujar Anies usai memimpin upacara peringatan HUT ke-491 DKI Jakarta di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2018).
Ia mengingatkan, para pekerja atau pendatang baru tersebut memiliki jaminan kesehatan dan terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Anies jaminan kesehatan wajib dimiliki pekerja. Khususnya untuk pendatang baru dari daerah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga.
"Itu (BPJS) penting sekali termasuk mereka yang akan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Pastikan bahwa jaminan kesehatan ada ikut serta di situ," kata dia.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga mengimbau bagi yang ingin bekerja di Jakarta harus memiliki keterampilan dan kemampuan.
"Karena ini adalah kesempatan berkarya, Jakarta adalah kota jasa, kesempatan untuk memberikan pelayanan itu luar biasa besar. Nah datang dengan membawa ketrampilan, kemampuan, maka insyaAllah itu akan kontribusi positif bagi Jakarta," Anies menjelaskan.
Di era pemerintahannya, Anies bersama Wakil Gubernur Sandiaga Uno berkomitmen untuk terus menciptakan lapangan pekerjaan baru, khususnya pada sektor berwirausaha.
Baca Juga: MKD Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan Oleh Anggota DPR
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat
-
Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu