Suara.com - Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman mengungkapkan Israel tidak akan membolehkan alias melarang para pengungsi Suriah memasuki wilayahnya, tapi akan terus memberikan bantuan kemanusiaan bagi mereka.
Lebih dari 120.000 orang di Suriah barat daya terpaksa mengungsi sejak pemerintah Suriah meluncurkan serangan untuk merebut kembali sebuah daerah perbatasan antara Jordania dan Dataran Tinggi Golan, yang diduduki Israel, dari para pemberontak, kata satu kelompok pemantau.
Militer Israel mengatakan semakin banyak warga sipil Suriah terlihat berada di tempat-tempat penampungan pengungsi di Golan bagian Suriah dalam beberapa hari terakhir ini. Militer mengatakan bahwa pihaknya semalam telah mengirim bantuan ke empat lokasi "bagi para warga Suriah yang mengamankan diri dari kekerasan".
Pernyataan Lieberman di Twitter telah menekankan sikap Israel dan diikuti oleh Menteri Energi Yuval Steinitz, yang pada Jumat mengatakan bahwa para pengungsi tidak diperbolehkan masuk.
"Kami memperhatikan secara saksama peristiwa-peristiwa di Suriah selatan. Kita akan menjaga kepentingan keamanan Israel. Seperti biasanya, kita akan siap memberikan bantuan kemanusiaan bagi para warga sipil, perempuan dan anak-anak tapi kita tidak akan menerima pengungsi Suriah ke wilayah kita," tulis Lieberman dilansir dari Reuters yang dikutip Antara.
Israel telah menolak menerima pengungsi dari Suriah dan menuding Iran menempatkan markas militer dan personel di Suriah untuk memanfaatkan negara yang tercabik perang itu sebagai tempat untuk meluncurkan serangan ke Israel.
Namun, Israel telah menerima beberapa ribu warga Suriah sejak 2011, yang datang untuk menjalani perawatan medis. Warga-warga Suriah yang cedera telah dirawat di rumah-rumat sakit lapangan, yang didirikan di sepanjang perbatasan dengan Suriah di Golan, serta di rumah-rumah sakit Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura