Suara.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengungkapkan masih ada peluang bagi PKS untuk membangun poros ketiga. Namun peluang tersebut akan terganjal oleh satu hal, yakni kuota partai.
Mardani menjelaskan bahwa langkah PKS akan terasa rumit apabila menginginkan poros ketiga. Sebab PKS harus mencari dua partai lagi yang mau membangun poros ketiga.
"Tapi menjadi lebih rumit karena nggak seperti Gerindra posisinya. Gerindra-PKS bisa, Gerindra-PAN bisa, Demokrat bisa. Tapi kalau poros ketiga itu teman-teman Demokrat perlu tiga partai," kata Mardani di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Kamis (12/7/2018).
Jika Partai Gerindra sepakat hanya maju dengan PKS, ada kemungkinan apabila Partai Demokrat, PAN dan PKB mau bersatu. Namun hal itu masih dirasanya sulit.
"Komposisi terdekat Demokrat pan PKB. Kalau PKS sama Gerindra. Tiga ini juga belum tentu bisa menyatu," pungkasnya.
Soal koalisi partai untuk Pemilihan Presiden 2019 nanti, baru koalisi Joko Widodo yang sudah terbentuk. Jokowi dicalonkan kembali sebagai presiden oleh PDI Perjuangan dan beberapa partai pendukung pemerintah, termasuk Golkar dan Nasdem.
Sementara koalisi Prabowo Subianto baru hanya Gerindra yang mastikan dukung Prabowo jadi capres. Dua partai yang selama ini diwacanakan mendukung Prabowo, PKS dan PAN, masih belum bulat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Gubernur Khofifah Apresiasi, Pemprov Jatim Borong 3 Penghargaan UB Halal Metric Award 2026
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto