Suara.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dipastikan tidak mengintervensi Presiden Joko Widodo dalam memilih bakal calon wakil presiden pendampingnya nanti sebagai petahana di Pilpres 2019.
Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Eriko Sotarduga mengatakan, Jokowi akan memilih sendiri sosok yang dianggapnya pantas sebagai cawapres.
Namun, Eriko mengakui, dalam masa penggodokan nominator cawapres, Jokowi kerap meminta masukan dari Megawati.
"Saya melihat sendiri, belum pernah yang namanya ibu ketum mencampuri atau mengintervensi. Tapi kalau dia diminta pendapat oleh bapak presiden sebagai senior, Ibu Mega pasti akan memberi masukan dan itu yang selama ini kami tangkap dalam komunikasi," kata Eriko di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Selasa (17/7/2018).
Ia mengakui, komunikasi Megawati dan Jokowi semakin intens, apalagi pendaftaran capres dan cawapres tinggal menyisakan tiga pekan.
"Makanya kenapa komunikasi itu juga kami melihat sangat intens karena memang betul-betul bapak presiden Jokowi maupun ibu Mega menghormati di dalam situasinya masing-masing," ujarnya.
Anggota Komisi VI itu menambahkan, dirinya tidak mengetahui tentang siapa tokoh-tokoh yang masuk ke dalam daftar kecil cawapres Jokowi.
"Sekarang kan tinggal 5 yang disebutkan presiden Jokowi. Nah mengenai yang 5 ini kamu tidak mengetahui karena itu Pak Jokowi sendiri yang tahu," pungkasnya.
Baca Juga: Tersandung Suap, ESDM: Pembangunan PLTU Riau Jalan Terus
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang