Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berbincang-bincang dengan Sekretaris Negara untuk Kebijakan Pembangunan Denmark Martin Bille Hermann, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Open Government Partnership (OGP) 2018 di Tbilisi, Georgia.
Ternyata dalam perbincangan itu, Martin Bille menyimpan kesan dan kenangan mendalam selama dua tahun bertugas di Jakarta.
"Saya menikmati masa-masa bersepeda setiap hari di Jakarta," kata Bille kepada Moeldoko melalui keterangan persnya, Rabu (17/7/2018).
Kebiasaan bersepeda itu dilakukan Bille dari rumahnya di kawasan Kebayoran hingga Kedubes Denmark di Mega Kuningan. Dia mengenang jika menggunakan mobil bisa memakan waktu 1,5 jam perjalanan.
"Tapi dengan bersepeda, waktu tempuhnya hanya 14 menit," katanya.
Karir Bille sebagai diplomat ditempa saat menjabat Duta Besar Denmark di Jakarta yang sekaligus membawahi wilayah Timor Leste dan Papua Nugini pada 2012-2014.
Selama bertugas, Bille yang telah menjelajahi banyak wilayah di Indonesia Timur, termasuk Ternate, Toraja, Flores, dan Labuan Bajo ini mengaku ingin lebih banyak mengeksplorasi Indonesia.
"Indonesia is a very beautiful country. Too many beautiful spots (Indonesia adalah negara yang indah. Sangat banyak lokasi-lokasi indah)," katanya.
Bille mengaku kagum terhadap pencapaian proses berdemokrasi di Indonesia.
Baca Juga: Hadiri OGP Summit di Georgia, Moeldoko Ajak Dunia Jaga Demokrasi
"Selamat kepada pemerintahan Presiden Jokowi, yang berhasil menjalankan pesta demokrasi secara aman, dan menjaga pemerintahan tetap stabil," pujinya.
Dalam obrolan santai itu, Martin dan Moeldoko juga mendiskusikan isu anti korupsi dan sistem demokrasi di Indonesia. Menurut Moeldoko, saat ini usaha pencegahan korupsi di Indonesia berkembang sangat pesat.
"Termasuk di antaranya usaha pendampingan KPK di daerah dan penguatan para inspektorat di lingkungan pemerintah daerah," kata Moeldoko.
Kepala Staf Kepresidenan juga menyampaikan bahwa usaha menjaga demokrasi di Indonesia sampai saat ini berhasil dengan sangat baik.
"Kesuksesan Indonesia dalam menyelenggarakan pilkada serentak di 171 daerah dalam satu hari menjadi parameter yang amat jelas. Ini belum pernah terjadi di belahan dunia lain," tandas Moeldoko.
Untuk diketahui, Moeldoko memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan Dewan Pengarah Open Government Partnership (OGP) Summit 2018 di Tbilisi, Georgia, 17-19 Juli 2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara