Suara.com - Kepala Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaen mengatakan pimpinan Demokrat dan Partai Gerindra akan menggelar pertemuan pendahuluan, Senin (23/6/2018) besok. Pertemuan itu untuk menyusun agenda dan poin-poin yang akan disepakati.
Pertemuan itu sebelum pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Ferdinand menjelaskan pertemuan pendahuluan itu akan membahas terkait dengan kemungkinan koalisi kedua partai tersebut dan mempersiapkan format koalisi kalau keduanya berkoalisi.
Namun, Ferdinand enggan menjelaskan lebih perinci poin-poin yang dibahas dalam pertemuan pendahuluan tersebut.
"Ya, ini justru membahas koalisi dan formatnya. Namun, saya belum bisa dibuka perinciannya karena rahasia 'dapur'," ujar Ferdinan saat dihubungi, Minggu (22/7/2018).
Ferdinand mengatakan bahwa Demokrat mengutus tiga orang dalam pertemuan pendahuluan tersebut, yaitu Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan.
Ia mengatakan bahwa rencana pertemuan SBY dan Prabowo akan berlangsung, Rabu (24/7/2018) di kediaman SBY, Mega Kuningan, Jakarta.
Berita Terkait
-
Demokrat Jawa Timur Putuskan Dukung Jokowi di Pilpres 2019
-
Persyaratan Cawapres Digugat, Roy Ingat JK Ucap Ingin Istirahat
-
Surya Paloh Ragukan Survei LIPI soal Prabowo dan Partai Nasdem
-
Prabowo Jadi Cawapres Jokowi? Partai Gerindra Buka Suara
-
Penguasa Kalijodo Daeng Aziz Nyaleg, Sandiaga Uno Tak Tahu
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
-
Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief
-
Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut