Suara.com - Di lapangan, atlet bola voli, Berllian Marsheilla adalah sosok yang sangat lugas, tampil garang tanpa kompromi.
Di luar lapangan, Berllian adalah sosok yang hangat, ramah dan murah senyum.
Hal ini terlihat saat "Meet and Greet Wonderful People", yang digelar Kementerian Pariwisata, di Artotel Jakarta, Sabtu (21/7/2018) malam. Saat itu, Berllian tampil cantik dalam balutan gaya yang kasual.
Dengan santai ia menjawab satu persatu pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Ia pun membagi kunci sukses sebagai seorang atlet yang bisa menembus timnas.
“Sebenarnya aku mempunyai salah satu kejadian. Biasanya atlet muda sering terkena tegur dan pelatih atau senior. Aku juga begitu. Aku mengadu ke mama dan bilang kalau tidak kuat dengan hal-hal itu. Tapi dia justru memotivasi aku. Bilang kalau aku mampu dan akhirnya aku memang mampu melewatinya. Inilah aku sekarang,” tuturnya.
Menariknya, dalam meet and greet ini, Berllian mendapat hadiah berupa kaos dari salah seorang fansnya. Ia juga membagi-bagikan hadiah berupa voucher hotel dan suvenir dari Kementerian Pariwisata.
Berllian juga menceritakan awal ia menyukai voli.
“Saya suka voli sejak kecil. Diperkenalkan orang tua. Itu awalnya, dan saya menekuninya sampai saat ini,” terangnya.
Selain olahraga, Berllian juga memiliki hobi lain, yaitu traveling.
“Saya suka traveling, terutama ke wilayah pantai. Saya juga senang diving. Lokasi favorit saya adalah Raja Ampat, Lombok,” tutur pebolavoli yang identik dengan nomor punggung 5 ini.
Meet and Greet Wonderful People Kementerian Pariwisata diikuti oleh 10 pemenang kuis yang diadakan di media sosial Kementerian Pariwisata. Acara ini diisii juga dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan makan malam.
Sekretaris Kementerian Pariwisata, Ukus Kuswara menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat positif.
“Ini adalah momen, dimana seorang atlet sangat dekat dengan fansnya. Sangat intim, karena tidak ada sekat di pertemuan tersebut,” jelas Ukus.
Menurutnya, selain mendekatkan antara atlet dan fans, meet and greet ini juga turut menggaungkan Asian Games 2018.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti, menegaskan jika kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan Kemenpar terhadap Asian Games.
Berita Terkait
-
Cerita An Se-young Akrab dengan Megawati Hangestri, Persahabatan Lintas Cabor
-
Viral Atlet Voli Putra Indonesia Mesra dengan Asisten Pelatih Thailand, Menang Kalah Tak Masalah!
-
Profil Dio Novandra, Atlet Finswimming Berprestasi yang Resmi Menikahi Megawati Hangestri
-
Ingin Rawat Ibu di Indonesia, Megawati Hangestri Tolak Kontrak Miliaran Rupiah
-
Deretan Prestasi Megawati Hangestri, Kini Resmi Tinggalkan Red Sparks demi Ibu
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua