Suara.com - Tidak ditemukan bekas luka dan darah di sekujur tubuh LTH (66), korban tewas dalam aksi penusukan yang menimpa putra bungsunya Suhawi (33). Hal tersebut dituturkan Andy, yang merupakan keamanan setempat.
Andy mengatakan, saat itu dirinya yang sedang berjaga di pos keamanan tak jauh dari rumah korban, dihampiri oleh suami korban yang meminta pertolongan. Sontak Abdy langsung bergegas menuju rumah korban.
"Waktu itu sore, sekitar Pukul 16.00 WIB. Saya lagi jaga di pos, si bapak kesini minta tolong," jelasnya di kompleks Villa Kapuk Mas, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (27/7/2018).
Andy menjelaskan, saat masuk ke dalam rumah ketika hendak membantu, dirinya tidak melihat bekas luka maupun darah di tubuh LTH.
"Si ibu tidak ditusuk. Tidak ada bekas luka sama sekali. Cuma anaknya saja yang berceceran darah. Mungkin serangan jantung," jelasnya.
Namun, Andy enggan bercerita lebih lanjut mengenai kejadian sore itu. Dirinya mengatakan, tak lama setelah kejadian, pihak kepolisian datang menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Sebelumnya diberitakan, LTH ditemukan tewas mengenaskan dengan luka tusukan di bagian perut hingga menembus ulu hati.
Korban juga mengalami luka-luka di bagian tangan akibat tusukan pisau pelaku. Sang putra juga ditemukan tergeletak di lantai dengan luka tusukan di bagian perut.
Dugaan sementara, aksi pembunuhan itu bukan dilakukan oleh pelaku perampokan. Sebab, tak ada barang berharga milik korban yang raib saat penyerangan sajam itu dilakukan oleh pelaku.
Baca Juga: Pengelola Bola Gila Urung Diperiksa Soal Laporan Tv One
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Pramono Anung 'Gaspol' Perintah Gentengisasi Prabowo, Hunian Baru di Jakarta Tak Boleh Pakai Seng
-
Dibatasi 35 Orang, Ada Apa Jajaran PKB Temui Presiden Prabowo di Istana Siang Ini?
-
Golkar Lakukan Profiling Calon Wakil Ketua Komisi III DPR, Sarmuji: Ada Dua atau Tiga Kandidat
-
Jual Beli Jabatan Jerat Bupati Sadewo, KPK Sorot 600 Posisi Perangkat Desa Kosong di Pati
-
Pramono Anung Bakal Babat Habis Bendera Parpol di Flyover: Berlaku Bagi Semua!
-
Tak Sekadar Kemiskinan, KPAI Ungkap Dugaan Bullying di Balik Kematian Bocah Ngada
-
Viral! Aksi Pria Bawa Anak-Istri Curi Paket Kurir di Kalibata, Kini Diburu Polisi
-
Kasus Bunuh Diri Anak Muncul Hampir Tiap Tahun, KPAI: Bukan Sekadar Kemiskinan!
-
Masalah Kotoran Kucing di Skywalk Kebayoran Lama Mencuat, Gubernur DKI Instruksikan Penertiban
-
Nyawa Melayang karena Rp10 Ribu, Cak Imin Sebut Tragedi Siswa SD di NTT Jadi 'Cambuk'