Suara.com - Seorang kakek pedagang cilok keliling, Supriatna (54) tewas di depan kios tambal ban yang berada di Kampung Curug, Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kasubag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena mengatakan sebelum ditemukan tewas, Supriatna sempat terlihat oleh warga tengah beristirahat di depan kios tambal sekitar pukul 12.30 WIB.
"Setelah istirahat di depan tambal ban, Supriatna kembali mendorong gerobak ciloknya. Tapi baru beberapa langkah dia terjatuh dan tidak sadarkan diri," kata Ita, kepada Suara.com, Sabtu, (28/7/2018)
Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung menghampiri dan berusaha menolong kakek penjual cilok yang sudah tergeletak di jalan. Nahas, saat diperiksa tubuh Supriatna sudah dalam kondisi tidak bernafas.
"Warga langsung lapor Polsek Gunung Sindur. Anggota yang ke lokasi, membawanya ke Puskesmas Gunung Sindur dan dinyatakan dokter memang sudah dalam kondisi meninggal dunia," jelas Ita.
Dari keterangan keluarganya, Supriatna diketahui tengah mengalami tekanan batin lantaran ditipu oleh seseorang yang tidak dikenalnya di daerah Bekasi. Akibatnya, modal kakek penjual cilok untuk berjualan cilok pun ludes.
"Seminggu yang lalu, korban pernah ketipu. Lalu dia cerita ke kakaknya, malu ke kampung tidak bawa uang. Tiga hari yang lalu korban ke sini bantu jualan cilok temannya. Dia juga punya darah tinggi," ujar Ita.
Saat ini, jasad korban pun sudah dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat untuk dimakamkan. Keluarga kakek penjual cilok ini pun menolak dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.
"Keluarga sudah ikhlas dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Jasadnya juga sudah dibawa ke kampungnya untuk dimakamkan," pungkas Ita.
(Rambiga)
Baca Juga: Brigadir Maria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Tangga Rumahnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender