Suara.com - Gempa Lombok, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Masih Ditutup
Badan Nasional Penanggulangan Bencana masih menutup jalur pendakian Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Hal itu lantaran jalur pendakian mengalami longsor akibat gempa bumi berkekuatan 7 skala richter yang mengguncang Lombok pada Minggu (5/8/2018).
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, gempa besar yang mengguncang Lombok membuat kondisi tanah menjadi tidak stabil. Untuk mengatisipasi keamanan para pendaki, jalur pendakian dari berbagai arah ditutup.
"Taman Nasional Gunung Einjani masih ditutup, karena kondisinya membahayakan, ada jalur rusak dan berpotensi longsor," kata Sutopo saat ditemui di Gedung BNPB, Jalan Pramuka Kav 38, Jakarta Timur, Rabu (8/8/2018).
Sutopo menjelaskan, penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani pun belum bisa dipastikan kapan akan berakhir. Pasalnya, saat ini tim sedang fokus untuk melakukan evakuasi para korban di berbagai wilayah.
"Belum tahu, jalur pendakian ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan," imbuh Sutopo.
Untuk diketahui, gempa hebat yang terpusat di Lombok Utara terjadi pada Minggu (5/8/2018). Memasuki hari ketiga pascagempa, tercatat 131 orang tewas dan 1.477 orang mengalami luka berat. Adapun lokasi terparah dengan jumlah korban tewas tertinggi di Lombok Utara sebanyak 78 orang.
Dari total 131 orang meninggal, sebanyak 78 korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara, 24 korban dari Kabupaten Lombok Barat, 19 korban dari Kabupaten Lombok Timur, 6 korban dari Kota Mataram, 2 korban dari Kabupaten Lombok Tengah, dan 2 korban dari Kota Denpasar.
Baca Juga: Polisi Khusus Lapas Kendalikan Peredaran Narkoba dari Penjara
Berita Terkait
-
Masa Tanggap Darurat NTB Habis 11 Agustus, Akan Diperpanjang
-
Menkominfo Klaim Jaringan Seluler Membaik Pasca Gempa Lombok
-
Indonesia Tolak Bantuan Luar Negeri untuk Korban Gempa Lombok
-
Gempa Lombok, Bupati Lombok Utara Catat 347 Warganya Tewas
-
Gempa Lombok, Ribuan Turis Asing Gili Trawangan Sudah Dievakuasi
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan