Suara.com - Pengamat Politik Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai, PKB bakal sulit keluar dari koalisi partai-partai pendukung Jokowi.
PKB dinilai sejumlah pihak tengah berpikir hengkang dari koalisi, kalau ketua umum mereka, Muhaimin Iskandar, tak dipilih Jokowi sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2019.
"Tidak. Akan sulit bagi PKB keluar. Mau ke mana? Mau gabung dengan PKS sulit. Warga Nahdlatul Ulama yang jadi basis massa PKB lebih tidak bisa terima koalisi dengan PKS ketimbang tak dapat jatah dari Jokowi,” kata Ray di D Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).
Ray berpendapat, PKB sulit bergabung dengan PKS bukan tanpa alasan. Sejak Pemilu 2004, 2009, dan 2014, PKS dan PKB tidak pernah berada dalam satu koalisi.
Apalagi saat ini, ada ketegangan kedua partai setelah banyak petinggi PKS menyindir Kiai NU Yahya Cholil Staquf pergi ke Israel beberapa waktu lalu.
"Pascakunjungan salah satu ulama yang dihormati NU ke Israel, itu kan ada yang berbalas pantun dan semakin keras, membayangkan PKB sulit bergabung dengan PKS sulit," jelasnya.
Menurut Ray, jauh lebih mudah menjelaskan pada warga NU atau PKB tetap berkoalisi dengan kubu Jokowi namun tidak mendapat jatah wakil presiden.
""Jauh lebih mudah menjelaskan kepada warga NU-nya atau PKB-nya berkoalisi dengan Jokowi tapi tak dapat kursi cawapres, daripada harus berkoalisi dengan PKS," tandasnya.
Baca Juga: Kasus Menteri Sri Mulyani, Polisi Minta Pejabat Ingat Bayar Pajak
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
APMF 2026 Dorong Industri Bangun Blueprint Baru saat Teknologi dan Perilaku Konsumen Kian Dinamis
-
Laga Hidup Mati Piala AFF 2026: 3 Senjata Singapura yang Bisa Kubur Mimpi Timnas Indonesia
-
Penempatan Dana SAL Perkuat Kapasitas Kredit Produktif BRI
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade