Suara.com - Sebanyak ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri bakal melakukan pengamanan terkait pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden di Komisi Pemilihan Umum, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2018) besok.
Meski tak merinci total personel yang dikerahkan, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu memastikan jika pengamanan di KPU terkait pendaftaran Capres dan Cawapres akan dilaksanakan secara maksimal.
"Ratusan personil gabungan TNI-Polri (yang dikerahkan). Pokoknya kita secara maksimal akan melakukan pengamanan," kata Roma saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (9/8/2018).
Selain pengerahan personel gabungan, sejumlah kendaraan taktis seperti water canon dan barracuda juga akan disiagakan guna mengantisipasi gangguan keamanan selama pendaftaran Capres dan Cawapres berlangsung.
"Seperti biasa pasti ada (persiapan kendaraan taktis) sesuai SOP (standar operasional prosedur) pengamanan," jelasnya.
Roma juga menambahkan, rekayasa arus lalu lintas juga akan disiapkan guna meminamalisir kemacetan kendaraan menuju lokasi KPU. Namun, kata dia pengalihan arus lalin itu bakal diterapkan apabila ada kepadatan di sejumlah jalan selama acara pendaftaran Capres dan Cawapres di KPU.
"Alih arus kita siapkan secara situasional," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik