Suara.com - Sebuah minibus jenis Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi B 1103 FRU terseret kereta api saat melintas di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Bulak Kapal, Bekasi Timur, Senin (20/8/2018).
Akibatnya mobil ringksek parah karena terseret sejauh 500 meter oleh KA Bangun Karta (Jakarta-Surabaya). Dalam kejadian itu, pengemudi bernama Endang Rohmat (45) tewas ditempat.
Kepala Subbagian Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari, mengatakan dalam penyelidikan terhadap saksi-saksi di lokasi, korban tidak mendengar saat petugas parkir memberi peringatan.
"Sudah diperingati oleh juru parkir setempat, korban tidak mendengar dan terus menyetir kendaraannya," kata Erna, Selasa (22/8/2018).
Saat melaju di perlintasan kereta api, lanjut Erna, kendaraan korban mengalami mati mesin. Juru parkir di lokasi kejadian tidak memberanikan diri untuk mendorong kendaraan korban.
Soalnya, kereta Bangun Karta sudah berjarak 100 meter dan dengan kecepatan sangat tinggi. Seketika, mobil yang dikemudikan dari arah Aren Jaya Perumnas 3 menuju Jalan Ir H Juanda itu ditabrak dan terseret.
Melihat kejadian itu, warga ramai-ramai mengejar mobil yang terseret dengan maksud menyelamatkan korban. Namun, rupanya kondisi sangat tidak memungkinkan.
"Kendaraan korban rusak parah, korban terjepit dan meningga dunia," tandasnya.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Baca Juga: Polisi: Kecelakaan Turun 32 Persen Pasca Perluasan Ganjil-Genap
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK