Suara.com - Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap seorang oknum pegawai honorer Badan Kesbangpol Pemprov Maluku berinisial Y.
Ia ditangkap di depan toko Sentral kawasan Jalan Yan Pais Kota Ambon, Jumat (10/8/2018) lalu. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Pemprov Maluku, Sam Sialana membenarkan oknum pegawainya ditangkap Densus 88.
Sam mengatakan, saat itu Y ditugaskan bersama salah satu Kasubdit Kesbangpol ke toko itu untuk melihat alat komputer. Namun Y kemudian ditangkap aparat berpakian preman.
“Saya juga tidak tahu apakah Densus 88 yang grebek atau tidak. Sebab saya tidak berada di situ, masalah ini saya baru tahu dari staf Kasubdit yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) bahwa ada dua orang membawa pegawai kami itu dengan mobil,” kata Sam.
Sam mengungkapkan, istri Y juga menghubungi dirinya atas penangkapan suaminya itu. Menurut Sam, istrinya mengakui mendapat surat penangkapan dari Densus 88 Mabes Polri.
Selain itu, pada Jumat (17/8/2018) malam rumah Y juga digeledah Densus 88 dengan membawa surat perintah. Dalam penggeledahan rumah yang melibatkan belasan aparat Brimob, serta didampingi RT dan staf desa itu, Densus 88 membawa satu unit laptop milik Y.
Sam mengatakan, saat Y ditangkap Jumat, (10/8/2018) sekitar pukul 12.30 WIT, tiga staf Kesbangpol langsung mendatangi Mapolres Pulau Ambon dan Pulau Lease untuk menyampaikan peristiwa itu.
Itu dilakukan karena yang dipikirkan pihak Kesbangpol Maluku kalau Y ditangkap pihak Polres. Namun saat itu, pihak Polres Ambon menyebutkan tidak ada warga yang diamankan dari lokasi tersebut.
Namun akhirnya diketahui kalau Y ditangkap Densus 88. Sam juga mengatakan pada Rabu (15/8/2018) pukul 09.30 WIT, ia kembali mendatangi Markas Brimob Polda Maluku di kawasan Tantuai untuk mengetahui penyebab dari penangkapan itu. Namun tidak ada jawaban dari pihak Brimob Polda Maluku.
“Saya pergi cek tempat yang paling wajar di aparat yang berwajib, lebih spesifik lagi di kepolisian (Brimob). Munurut saya jangan sampai dia miliki banyak tindak pidana yang dilakukan baik pidana umum, pidana khusus seperti korupsi narkotika atapun teroris. Tetapi saya tidak dilayani karena mereka sedang sibuk, sampai saat ini kita tidak tahu pasti apa penyebab sehingga Densus 88 menangkap yang bersangkutan,” tutur Sam.
Sam mengatakan, sebagai bawahannya, Y dikenal pribadi yang bertanggung jawab dan baik, bukan saja kepada pimpinan tetapi juga semua pegawai di Kesbangpol. Informasi yang diperoleh dari sejumlah pegawai Kesbangpol, jauh sebelum Y ditangkap, sejumlah orang tak dikenal selalu mendatangi Kantor Kesbangpol yang berada di Kantor Gubernur Maluku itu. Bahkan saat Y pergi makan bersama rekannya pun selalu dibuntuti.
Sementara itu Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat mengatakan tidak mengetahui penangkapan tersebut.
“Kami tidak tahu kalau ada (oknum pegawai Kesbangpol) yang ditangkap,” kata Ohoirat.
(Terasmaluku.com/Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan
-
4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid