Suara.com - Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf Amin meminta pengkhotbah beken Ustaz Abdul Somad terus berdakwah dan tidak takut diintimidasi.
Wakil Ketua TKN Jokowi – Maruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan hal tersebut menyusul Ustaz Abdul Somad yang mengklaim mendapat intimidasi di sejumlah daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga jadwal ceramahnya dibatalkan.
"Saya bilang, UAS (Ustaz Abdul Somad) teruslah berdakwah dan tak perlu takut. Kami di belakang antum," ujar Karding di Posko Cemara, Jalan Cemara Nomor 19, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2018).
Karding menuturkan, siapa pun pendakwah tak boleh dilarang berkhotbah karena pekerjaan mereka turut dilindungi UUD 1945.
Pendakwah baru bisa dilarang berkhotbah kalau materi ceramahnya bertentangan dengan Pancasila serta NKRI.
Tak hanya itu, Karding mengaku kerap memperhatikan ceramah Ustaz Abdul Somad. Menurutnya, Ustaz Somad seorang penceramah yang baik dan memiliki banyak pengikut.
"Sebaiknya dia atau timnya, kalau benar ada persekusi atau pengadangan, lapor ke polisi," tutur Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa itu.
Ia mengakui, ada sejumlah pihak yang menyebar isu agenda ceramah Ustaz Abdul Somad dilarang oleh anggota tim Jokowi – Maruf Amin.
Namun, ia menegaskan TKN Jokowi – Maruf Amin tak pernah melarang segala kegiatan Abdul Somad.
Baca Juga: Sempat Dikritik Keras Mourinho, Ini Respons Luke Shaw
"Ada isu yang diarahkan bahwa Ustaz Somad dilarang oleh tim Jokowi, kan kacau juga itu. Tidak ada. Kami mendukung penuh dakwah keagamaan yang baik dari siapa pun, termasuk UAS," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Profil Direktur PO ALS yang Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Bus Tewaskan 19 Orang
-
Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya