Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menetapkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) pada Kamis, 20 September 2019. Kemudian pengambilan nomor urut akan dilakukan di kantor KPU sehari setelahnya.
Bakal cawapres Ma'ruf Amin mengaku tak mempermasalahkan soal nomor urut saat penetapan nanti. Menurutnya, baik nomor satu atau dua merupakan angka yang bagus.
"Pokoknya sama-sama bagus, tergantung nanti nasibnya," ujar Ma'ruf Amin usai menghadiri rapat di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/9/2019).
Bakal cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) itu mengatakan, dirinya akan menerima apapun nomor urut yang didapat nanti. Sebab, kata dia, nomor urut capres-cawapres tidak bisa dipesan.
"Kecuali kau bisa dipesan, sekarang kan nggak bisa dipesan. Jadi yang mana saja bagus, siap," imbuh Ma'ruf Amin.
Berita Terkait
-
Gaet Suara Milenial, Sandiaga Usung Kampanye Entertainment
-
Kwik Kian Gie Dukung Prabowo, PDIP: Dia Tetap Kader PDIP
-
Ma'ruf Amin Tetap Jadi Ketua, MUI Diklaim Tak Bergejolak
-
KPU Minta Peserta Pilpres 2019 Bawa 50 Pendukung saat Penetapan
-
Moeldoko Jawab Soal Foto dengan Bos Asia Sentinel, Jangan Baper
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan