Suara.com - Waduk Setu Patok yang berada di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mengering dan para petani tidak bisa lagi memanfaatkan aliran air untuk mengaliri sawah mereka.
Seorang petani, Neri di Cirebon mengatakan, kekeringan di Setu Patok sudah terjadi sekitar tiga bulan lalu, dimana air tidak bisa mengairi areal pesawahan.
"Mulai mengering itu tiga bulanan yang lalu dan saat ini bahkan sudah tidak bisa mengairi areal pesawahan," kata Neri.
Menurutnya dengan tidak adanya air baku dari Setu Patok menyebabkan sawah yang berada di tiga Kecamatan tidak lagi bisa ditanami lagi, karena memang waduk menjadi satu-satunya sumber air.
Tiga kecamatan yang terdampak akibat mengeringnya air di waduk Setu Patok yaitu, Kecamatan Mundu, Asjap dan Pangenan.
"Setu ini menjadi satu-satunya sumber air ketika musim kemarau, tapi setelah mengering kami tidak lagi bisa memanfaatkannya," tuturnya.
Mengeringnya Setu Patok juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bisa bermain ditengah-tengah waduk yang sudah mengering, tidak jarang mereka mengabadikan dengan melakukan swafoto.
Seperti dikatakan seorang warga, Siti yang mengaku memilih berakhir pekan di Setu Patok yang sedang mengering, karena bisa melihat dan bermain di dalamnya.
"Biasanya kan kalau lagi ada airnya kita tidak bisa ke tengah, hanya dari pinggir saja, sekarang kita bisa ketengah-tengah untuk mengabadikan dengan selfie," kataya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara