Suara.com - Sebagian warga di Kota Palu, Sulawesi Tengah, kembali panik dan lari keluar dari bangunan gedung saat gempa 3,3 SR (Skala Richter) kembali mengguncang daerah itu, Rabu (24/10) sekitar pukul 09.42 WITA atau 08.42 WIB.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa berkekuatan 3,3 SR, dengan lokasi 0,80 LS - 119,86 BT [Teluk Palu, 11 km arah utara Palu], dan kedalaman 5 km, dirasakan III-IV MMI di Palu.
Warga bergegas berdiri dan lari keluar bangunan gedung. Saat gempa mengguncang, sebagian dari mereka tengah beraktivitas di perkantoran milik pemerintah, perbankan dan sebagainya, demikian pantauan Antara.
Nasabah yang berurusan di beberapa perbankan di Jalan Jenderal Soedirman Kota Palu, bergegas lari keluar bangunan gedung.
Di Bank BTN misalnya, semua nasabah dan pegawai di bank ini yang hendak mengurus penangguhan pembayaran kredit rumah berhamburan keluar gedung.
Begitu pula di Bank BRI yang letaknya tidak jauh dari Bank BTN. Nasabah berdiri di halaman dan enggan masuk pascagempa kurun beberapa menit. Sebagian karyawan dan nasabah masuk kembali ke gedung untuk melanjutkan proses pelayanan, sementara sebagian dari mereka memilih tidak meneruskan aktivitas.
Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Kota Palu pada Jumat 28 September 2018 masih membekas bagi warga daerah ini. Banyak warga yang sampai kini masih trauma, dan belum beraktivitas dalam gedung secara maksimal.
Pascagempa, terjadi likuifaksi dan tsunami pada Jumat 28 September 2018 petang, dan sampai saat ini gempa masih terus mengguncang Kota Palu, dengan skala atau kekuatan yang bervariasi.
Hal tadi membuat sebagian warga di daerah itu belum berani untuk tidur di dalam rumah pada siang atau malam hari. Kebanyakan warga memilih tidur di teras dan halaman rumah pascagempa, likuifaksi dan tsunami melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala. [Antara]
Baca Juga: Tak Bahagia dengan Pasangan, Tapi Kok Tetap Bersama?
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour