- Rajiv NasDem soroti harga daging sapi melampaui harga acuan pemerintah nasional.
- Pemerintah didorong intensifkan pasar murah guna tekan lonjakan harga jelang Lebaran.
- Stok pangan nasional surplus hingga April, masyarakat diimbau tidak panik beli.
Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menyoroti stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional menjelang Idulfitri.
Meski memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman, Rajiv memberikan peringatan serius terkait lonjakan harga sejumlah komoditas, khususnya daging sapi yang mulai meresahkan masyarakat.
Berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, harga daging sapi di tingkat pedagang eceran telah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan oleh pemerintah.
“Merujuk Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional per Minggu (15/3/2026), harga daging sapi kualitas I di tingkat eceran nasional telah mencapai Rp146.600 per kilogram (kg), melebihi batas acuan,” ujar Rajiv dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3/2026).
Sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, HAP daging sapi segar dipatok seharga Rp130.000 per kg untuk bagian paha depan dan Rp140.000 per kg untuk paha belakang.
Rajiv menilai lonjakan ini perlu segera dianalisis secara mendalam oleh pemerintah guna mengidentifikasi penyebab pastinya.
“Kenaikan harga ini harus dibaca sebagai sinyal adanya lonjakan permintaan, hambatan distribusi, disparitas pasokan antardaerah, atau margin perdagangan yang terlalu tinggi,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka pendek guna menekan harga, politisi muda ini mendorong pemerintah untuk mengintensifkan gerakan pasar murah di berbagai wilayah secara masif.
“Pasar murah merupakan instrumen intervensi tercepat untuk mengendalikan harga komoditas yang mulai merangkak naik menjelang Lebaran,” kata Rajiv.
Baca Juga: 5 Tips Membagi Waktu Kunjung ke Rumah Orang Tua dan Mertua saat Lebaran
Kendati demikian, Rajiv mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying).
Ia menjamin cadangan pangan nasional saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan depan.
“Sejauh ini stok pangan kita melimpah. Neraca pangan sembilan komoditas strategis nasional diproyeksikan dalam kondisi surplus hingga April 2026,” ungkapnya.
Namun, Rajiv mengingatkan pemerintah agar tetap waspada dan tidak lengah pascahari raya.
Menurutnya, stabilitas harga dan kelancaran rantai pasok harus tetap menjadi prioritas utama demi melindungi daya beli masyarakat.
Ia memastikan Komisi IV DPR RI akan terus mengawal kebijakan ini secara ketat guna menyinkronkan ketersediaan stok dengan keterjangkauan harga di tingkat konsumen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan