- BMKG imbau warga Jakarta waspadai paparan sinar UV tingkat bahaya ekstrem.
- Indeks ultraviolet Jakarta diprediksi capai kategori ungu pada tengah hari ini.
- Gunakan tabir surya dan pelindung guna antisipasi radiasi UV ekstrem Jakarta.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait intensitas paparan sinar ultraviolet atau UV yang mencapai tingkat berbahaya di wilayah Jakarta pada Senin (16/3/2026).
Masyarakat diimbau untuk waspada karena indeks UV di ibu kota diprediksi menyentuh kategori ungu atau risiko bahaya sangat ekstrem.
Berdasarkan data infografis dari akun resmi Instagram BMKG, kenaikan intensitas radiasi matahari ini mulai terasa signifikan sejak pagi hari.
Pada pukul 09.00 WIB, wilayah Jakarta mulai memasuki kategori kuning yang menunjukkan risiko bahaya tingkat sedang.
Kondisi tersebut kemudian meningkat ke kategori merah atau risiko bahaya tinggi saat memasuki pukul 10.00 WIB.
Puncak paparan sinar UV dengan kategori ungu, yang masuk dalam level risiko bahaya sangat ekstrem, diprediksi terjadi pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB.
Setelah itu, intensitas akan kembali turun ke kategori merah hingga pukul 13.00 WIB, meluruh ke kategori oranye pada pukul 14.00 WIB, dan kembali ke level kuning pada pukul 15.00 WIB.
Guna mengantisipasi dampak buruk bagi kesehatan, BMKG menyarankan warga untuk membatasi aktivitas di bawah paparan matahari langsung antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.
"Oleskan cairan pelembap tabir surya SPF 30+ setiap dua jam, terutama setelah berenang atau berkeringat," tulis BMKG dalam panduan perlindungan di laman media sosial resmi mereka.
Baca Juga: Mauricio Souza Tantang Pengamat usai Persija Ditahan Dewa: Sebut Satu Tim yang Lebih Baik dari Kami!
Selain penggunaan tabir surya, masyarakat diminta mengenakan pakaian pelindung, topi lebar, serta kacamata hitam yang mampu menghalangi sinar UV.
Para pejalan kaki maupun pemudik yang hendak berangkat dari Jakarta sangat disarankan untuk mencari dan tetap berada di tempat teduh saat matahari terik di siang hari.
Langkah perlindungan ekstra ini dinilai krusial demi menghindari risiko kerusakan kulit serta mata akibat radiasi ultraviolet yang berada pada level sangat tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG, BGN Hentikan 9 SPPG di Gresik
-
Lebaran Makin Dekat, Daging Sapi 'Ngadat' di Harga Normal: DPR Desak Pasar Murah Secara Masif
-
Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Mampang Prapatan, 14 Jiwa Terpaksa Mengungsi
-
Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran
-
Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI
-
Gelar Razia, Polisi Amankan Konvoi Remaja Pembawa Petasan di Jakarta Barat
-
5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
-
Aksi Bangunkan Sahur Pakai Petasan Picu Tawuran di Menteng, Satu Warga Luka-luka
-
Fakta Rudal Sejjil, Senjata Rahasia Iran yang Pertama Kali Diluncurkan ke Israel
-
Iran Pertama Kali Tembakkan Rudal Sejjil, Pusat Komando Udara Israel Jadi Target Utama