Suara.com - Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan, bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) akan mengumumkan keputusan sikap negaranya terkait kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi.
Selain itu, Sanders juga mengutarakan, Direktur CIA AS Gina Haspel telah memberikan sejumlah informasi kepada Presiden Donald Trump terkait bukti dan temuan yang dimiliki Turki mengenai kasus pembunuhan Khashoggi.
Kata Sanders, presiden Trump telah bertemu dengan Direktur CIA Gina Haspel pekan lalu. Mereka membicarakan informasi yang telah dikumpulkan oleh intelijen di luar negeri.
"Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan opsi yang berbeda (kepada Arab Saudi). Kami akan menjelaskan keputusan tersebut,” kata Sanders dalam keterangan persnya yang dikutip dari Anadolu, Rabu (31/10/2018).
Namun Sanders enggan berkomentar terkait informasi yang beredar bahwa Direktur CIA Haspel telah mendengarkan rekaman suara pembunuhan Khashoggi selama berkunjung ke Turki.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Khashoggi, kolumnis Washington Post hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Setelah beberapa minggu menyangkal mengetahui tentang keberadaan Khashoggi, para pejabat Saudi pada 20 Oktober lalu mengakui bahwa Khashoggi telah meninggal di dalam gedung konsulat.
Polisi Turki telah menyelidiki kasus tersebut dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan 18 orang yang ditangkap di Arab Saudi atas pembunuhan itu harus dikirim ke Turki untuk diadili.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat