Suara.com - Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina rupanya membuat pusing para miliader di Cina. Akibat perang dagang itu, kekayaan para miliader di Cina dikabarkan turun.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan miliarder Cina turun jadi 1,06 triliun dolar AS pada 2018. Jumlah itu turun dari total kekayaan pada 2017 sebesar 1,19 triliun dolar AS.
"Itu mengejutkan, melihat tingkat kekayaan tahun ini mengalami penurunan," kata Kepala editor Forbes Cina, Russell Flannery seperti dilansir dari South Cina Morning Post.
Para miliarder yang fokus bisnisnya di sektor manufaktur paling terdampak dalam perang dagang ini. Pada 2017, ada 79 miliarder Cina di bidang manufaktur, namun tahun ini jumlah itu turun menjadi hanya 72 miliader.
Dari 400 orang teratas yang dikompilasi oleh Forbes Cina, 93 pengusaha juga hilang dari daftar tahun lalu. Dari 400 orang yang ada dalam daftar, 344 adalah miliarder.
Secara kolektif, 10 miliarder teratas di Cina kekayaannya turun 42,8 miliar dolar AS. Kekayaan yang paling turun di antara 10 besar adalah Hui Ka Yan dari Evergrande, yang kekayaannya turun 11,7 miliar dolar AS.
Jack Ma sang pendiri Alibaba dengan kekayaan bersih 34,6 miliar dolar AS, turun 4 miliar dolar AS dari tahun lalu menjadi 30,6 miliar dolar AS.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran
-
Digendong GoTo dan Grab, Sayurbox dan HappyFresh Mau Merger?