Suara.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra 2018 sejak Senin (30/10/2018) hingga Senin (12/11/2018) mendatang. Di hari pertama, tercatat ada 8.207 pelanggar.
Jumlah pelanggaran tersebut lebih banyak ketimbang jumlah pelanggar pada hari pertama Operasi Zebra 2017 lalu. Pada hari pertama Operasi Zebra 2017 lalu tercatat ada sebanyak 8.064 pelanggar atau dengan kata lain tahun ini naik sekitar 2 persen.
"6.896 pengendara ditilang dan 1.311 dapat teguran pada Operasi Zebra 2018. Kalau hari pertama Operasi Zebra tahun 2017 lalu pengendara yang ditilang ada 7.167 sedangkan yang ditegur 897 pengendara," kata Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Budiyanto saat dikonfirmasi, Rabu (31/10/2018).
Kawasan Jakarta Timur menjadi lokasi terbanyak polisi mendapatkan pelanggar, baik itu roda dua maupun roda empat. Tercatat sebanyak 1.228 pelanggar yang ditilang di lokasi tersebut, sisanya 116 pengendara hanya dapat teguran.
Kawasan Jakarta Timur di tahun lalu juga menjadi lokasi pelanggar terbanyak ditilang pada hari pertama Operasi Zebra digelar. Tercatat ada 1.214 pengendara yang ditilang.
Polisi pun menyita Surat Izin Mengemudi atau Surat Tanda Nomor Kendaraan dari pengendara yang melanggar pada hari pertama Operasi Zebra 2018.
Diketahui, ada sebanyak 3.195 SIM yang disita sebagai barang bukti, kemudian ada sebanyak 3.679 STNK yang disita sebagai barang bukti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri