Suara.com - Presiden Jokowi menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada enam tokoh yang sudah dianggap berjasa semasa hidupnya untuk Indonesia.
Upacara Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018, berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/10/2018) pukul 13.10 WIB.
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan dengan mengheningkan cipta.
Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018 berdasarkan Keputusan Presiden nomor 123/TK/Tahun 2018 tentang penganugerahan pahlawan nasional. Keppres ini ditandangani Jokowi pada 6 November 2018.
Berikut enam nama peraih Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2018:
- Almarhum Abdurrahman Baswedan atau AR Baswedan, tokoh dari Provinsi DI Yogyakarta. Diterima oleh ahli waris.
- Alm Pangeran Mohammad Nur, tokoh dari Provisni Kalimantan Selatan. Diterima oleh ahli waris.
- Alm Agung Hajjah Andi Deppu, tokoh dari Provisni Sulawesi Barat. Diterima oleh ahli waris.
- Alm Depati Amir, tokoh dari Provisni Bangka Belitung. Diterima oleh ahli waris.
- Alm Tn Kasman Singodimedjo, tokoh dari Provisni Jawa Tengah. Diterima oleh ahli waris.
- Alm Brigjen KH Syam'un, tokoh dari Provinsi Banten. Diterima oleh ahli waris.
Upacara penganugerahan ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, menteri Kabinet Kerja dan sejumlah pejabat negara.
Mereka di antaranya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar