Suara.com - Partai pendukung Jokowi - Maruf Amin, PDI Perjuangan mengecam aksi Calon Wakil PresidenSandiaga Salahuddin Uno melangkahi pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Haji Bisri Syansuri. Pelangkahan kuburan itu dilakukan di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Denanyar, Jombang, Jawa Timur.
Peristiwa itu terekam dalam video berdurasi 14 detik. Video itu pun langsung viral di media sosial. Seketaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari menyindir Sandiaga Uno tak beretika saat berada di pemakaman.
"Kuburan, kiai besar dilangkahi. Itu kan tidak boleh. Etikanya kalau kita ke makam, tidak boleh melangkahi, melewati kepala saja tidak boleh harus lewat bawah. Apapun itu raganya harus lewat bawah," kata Sri Untari saat deklarasi Jokowi-Ma'ruf di Malang, Sabtu, (10/11/2018).
Menurut Sri Untari, dalam etika, melangkahi makam siapa saja dilarang. Seperti makam keluarga, orang lain apalagi makam ulama besar di Indonesia. Ia menyayangkan sikap Sandiaga Uno, karena dianggap kurang tepat.
"Karena dulu beliau-beliau itu manusia hebat. Kita ke makam keluarga atau ke makam yang lain saja tidak boleh ngelangkahin. Apalagi tokoh besar pendiri NU," tandasnya.
Dalam video yang viral Sandiaga Uno usai menabur bunga di atas makam Kiai Haji Bisri Syansuri, kemudian melangkahi dan menuju makam sebelahnya. Selain itu, calon presiden (capres) Prabowo Subianto nyaris mengikuti langkah cawapresnya. Namun dia dicegah pengurus Ponpes Denanyar dan diminta memutar tidak melangkahi makam. (BeritaJatim.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan