News / Nasional
Minggu, 11 November 2018 | 14:21 WIB
Screen shot video viral Sandiaga Uno langkahi makam pendiri NU. (twitter @chandramalik)

Suara.com - Ketua Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Quomas menyesalkan tindakan Calon Wakil Presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno yang melangkahi makam pendiri Nahdlatul Ulama Kiai Bisri Syansuri, saat berziarah ke kompleks Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Gus Yaqut menilai, aksi Sandiaga tersebut menunjukkan sang cawapres tak terbiasa berziarah sehingga tidak memunyai sopan santun.

Ia menuturkan, berziarah kubur merupakan tradisi warga NU sebagai pengingat akan kematian.

"Itu menunjukkan dua hal setidaknya. Pertama, dia tak terbiasa berziarah di makam, yang selama ini menjadi tradisi warga NU sebagai pengingat pada kematian sekaligus mendoakan yang sudah wafat," kata Gus Yaqut saat dihubungi Suara.com, Minggu (11/11/2018).

Kedua, kata Gus Yaqut, meski tindakan melangkahi makam yang dilakukan Sandiaga itu tidak menyangkut terkait akidah, aksi itu menunjukan Sandiaga tidak memiliki adab alias etiket.

”Ketiadaan adab ini membuka mata publik siapa sebenarnya Sandiaga Uno yang pernah digelari sebagai santri bahkan ulama itu. Arwah kiai itu sebagai wasilah atau perantara doa. Masak kepada pemberi wasilah kita seenaknya?" tandasnya.

Load More