Suara.com - Minggu kemarin (11/11/2018) pada pukul 11.00 GMT telah berlangsung acara penghormatan kepada para pahlawan Perang Dunia Pertama di monumen Cenotaph, London, Inggris. Dikenal sebagai Remembrance Sunday di Britania Raya serta negara-negara Commonwealth atau persemakmuran.
Tahun ini, seperti dilansir The Evening Standard, disebutkan bahwa lebih dari 10 ribu warga mengambil bagian dalam upacara yang dilengkapi hening mengenang para pahlawan selama dua menit (two-minute silence). Dan acara semakin sarat makna karena Armistice Day atau Hari Gencatan Senjata kini bertepatan dengan peringatan ke-100 tahun.
Perhelatan yang khidmad diawali dengan jalan kaki dari St James' Park, menyusuri Mall dan berhenti di Cenotaph, lewat rute sepanjang dua km. Seluruh tamu mengenakan pakaian dinas upacara atau yang mewakili instansi masing-masing, dengan menyematkan bunga poppy terbuat dari kertas maupun pin pada salah satu sisi dada.
Bunga ini sendiri adalah lambang dari bebungaan poppy yang tumbuh di Flanders Fields, salah satu medan peperangan paling berdarah dalam Perang Dunia Pertama.
Sementara para anggota Kerajaan Inggris juga hadir, termasuk Ratu Elizabeth II dan Putra Mahkota, Pangeran Charles, Prince of Wales. Sedangkan dari pihak pemerintahan, mulai perdana menteri, seluruh pengurus kabinet sampai politisi juga hadir.
Akan tetapi, paling istimewa adalah kemunculan para veteran Perang Dunia Pertama dan Kedua yang kebanyakan didorong dengan kursi roda. Dua di antaranya yang tertua adalah Prajurit Donald Smith (98), dan Jeff Watkins (97).
Menteri Kebudayaan Jeremy Wright menyatakan, "Ini akan menjadi kesempatan yang tepat dalam memperingati seratus tahun Perang Dunia Pertama dan memastikan bahwa kisah-kisah dari periode penting sejarah kita diwariskan kepada generasi mendatang."
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau