Suara.com - Publik dibuat marah oleh pembunuhan satu keluarga di Bekasi, yang terjadi pada Selasa (13/11) dini hari. Pasalnya, pelaku juga ikut membunuh 2 anak korban yang masih berusia 9 dan 7 tahun.
Belakangan, Kamis (15/11/2018), aparat kepolisian berhasil memburu dan menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut. Sang pelaku adalah Haris Simamora.
Setelah mengetahui pelaku pembunuhan tersebut, warga melampiaskan amarah dalam akun Facebook milik Haris.
”Bah, manusia macam apa kau? Kau bunuh satu keluarga pulak. Bah, apa salah mereka bujang! Kutandai muka kau bujang,” tulis akun Diki Suprianto Syahputra.
”Alkitab, jelas mengajarkan kita bahwa sakit hati, cemburu, itu menjadi pemicu Kain, membunuh adik kandungnya sendiri,” kecam akun Rachmat Heran.
Untuk diketahui, pembunuh Gaban Nainggolan atau Diperum Nainggolan beserta istri dan dua anaknya di Bekasi ternyata masih memiliki hubungan saudara. Gaban Nainggolan dibunuh saudara sendiri, bernama Haris Simamora.
Haris adalah lelaki berusia di bawah 30 tahun. Ia sendiri dikabarkan di tangkap di daerah Garut, Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, HS merupakan saudara dari istri Gaban Nainggolan, Maya Ambarita yang turut meninggal dunia.
"HS ini masih ada sehubungan saudara dengan korban yang perempuan," kata Argo, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/11/2018).
Baca Juga: Persija Sowan ke Andi Mattalata, Teco: Suporter Jangan Aneh-aneh!
HS masih berumur di bawah 30 tahun. Kekinian, Haris tidak memiliki pekerjaan alias menganggur selama 3 bulan.
"Yang bersangkutan sudah tidak bekerja selama tiga bulan. Tadinya kerja di perusahaan di Cikarang," jelasnya.
Argo menyebut Haris sering menginap di kediaman Diperum yang berada di Bojong Nangka, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dirinya kerap tidur di kos-kosan yang dijaga oleh Gaban Nainggolan.
"Dia kadang-kadang memang tidur di kos-kosan itu," tutur Argo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
Terkini
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini
-
Wamensos Beberkan Rincian Bantuan Bencana Sumatra: Santunan Rp15 Juta hingga Modal Usaha Rp5 Juta
-
Kemensos Gelontorkan Rp13,7 Miliar Tangani Puluhan Bencana di Awal Tahun 2026
-
Kemensos Catat 37 Kejadian Bencana di Awal 2026, Banjir Masih Jadi Ancaman Utama
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung