Suara.com - Mantan ketua Badan Intelijen Strategis Usman B Ponto mengatakan, ada satu kunci untuk menghancurkan sebuah negara. Kunci tersebut ialah menghancurkan tatanan hukum negara sasaran.
Hal tesebut ia ketahui berdasarkan pengalamnya selama puluhan tahun bergelut dalam dunia intelejen.
"Jika ingin menghancurkan suatu negara, hancurkan perundang-undangannya, " kata Usman dalam sebuah diskusi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018).
Menurutnya, gejala penghancuran perundang-undangan itu mulai terjadi di Indonesia. Sebab, banyak undang-undang yang telah dibuat tidak berdasarkan asas hukum berlaku.
"Banyak UU yang dibuat justru melanggar kaidah hukum. UU yang secara tidak langsung memperbolehkan kita melakukan korupsi misalnya, dan lain lain," bebernya.
Namun, ia tidak mau menerangkan secara rinci UU apa saja yang dinilainya blunder dan bisa menghancurkan Indonesia. Ia hanya menyayangkan banyak ahli hukum tidak menyadari hal tersebut.
Tak hanya itu, Usman juga menilai banyak campur tangan intelijen asing dalam pembuatan suatu UU di Indonesia.
Karenanya, ia berharap kepada anak muda yang memiliki minat kuat dalam bidang hukum, mau mengantisipasi hal tersebut pada masa depan.
"Kan dulu kerja kami menilisik negara lain dan menghancurkan negara lain. Saya yakin ini juga kerjaan intel-intel asing," bebernya.
Baca Juga: Hong Kong Open: Dua Ganda Campuran Indonesia Singkirkan Unggulan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Viral Video Tawuran di Rel Kereta Pekojan Disebut Pakai Senpi, Polisi: Video Lama!
-
Gaya Gibran Curi Perhatian, Makna Tas Noken yang Melingkar di Lehernya Saat Tiba di Papua
-
BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
-
Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng
-
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Usut Korupsi 'Diskon' Pajak Rp60 Miliar
-
Sosiolog USK Sebut Peran Dasco Jadi Titik Balik Percepatan Pemulihan Aceh
-
Usut Kasus Korupsi Haji, KPK Periksa Ketua Bidang Ekonomi PBNU
-
5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!
-
Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?
-
Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan