Suara.com - Komunitas Emak-emak Cantik (Macan) Jawa Timur yang tergabung dalam kelompok Rabu Biru Jawa Timur—pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno—turut menghadiri Seminar Nasional Rocky Gerung di UIN Sunan Ampel Surabaya, Jumat (16/11/2018).
Emak-emak yang hadir dengan menggunakan setelan kemeja berwarna biru itu tampak kompak memadati barisan terdepan kursi paling depan.
Ditemui awak media, Ketua Komunitas Emak-emak Cantik (Macan) Erni Sopae mengatakan Rocky adalah salah satu tokoh yang dapat membawa pencerahan dan membuka pola pikir emak-emak.
"Bang Rocky membawa atmosfer baru, bisa membuka pikiran kami, seperti tadi dikatakan sebaiknya kami jangan terkandangkan, jadi semua supaya bisa bebas demi kemajuan bangsa," terangnya seperti diberitakan Times Indonesia—jaringan Suara.com.
Rini juga menjelaskan, yang melatarbelakangi munculnya komunitas emak-emak ini karena menilai kinerja pemerintah yang kurang maksimal, bahkan menilai kebijakan yang diambil oleh pemerintah saat ini semakin tidak benar.
Ia mencontohkan, segala macam kebutuhan pokok naik, ini adalah dampak dari kebijakan pemerintah. "Dampak dari kebijakan pemerintah ini langsung dirasakan oleh kita khususnya ibu-ibu, semua yang atur uang itu kan ibu-ibu, bahan pokok naik," ungkapnya.
Tak jauh berbeda dengan Rini, salah satu anggota Macan juga mengklaim bahwa ia dan komunitas emak-emak lainnya sudah melakukan survei ke beberapa lapisan masyarakat.
Hasilnya, mereka menyimpulkan bahwa kebanyakan dari masyarakat yang mereka temui menginginkan adanya perubahan.
"Kita kan sudah survei di akar rumput, di kalangan sopir-sopir, mereka juga menginginkan perubahan. Jadi kayak rezim sekarang ini juga sudah waktunya untuk diganti. Jadi kita bekerja keras dari beberapa elemen emak-emak berkumpul menjadi satu, kemudian merasakan apa yang dirasakan masyarakat sekitar, bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga masalah asing dan aseng ini ya. Kita tak mau jadi babu di negara kita sendiri," tegasnya.
Baca Juga: Bocoran Samsung Galaxy M yang Akan Gantikan Keluarga Galaxy J
Komunitas yang beranggotakan sekitar 200 orang ini melakukan gerakan dengan niat tulus. "Gerakan kita ini murni, kita bukan politikus, ini murni dari hati nurani. Hati-hati ya sama emak-emak. Emak-emak ini loyal loh," ucap Erni sembari tersenyum.
"Kita tidak mengubah emak-emak menjadi politikus, kita hanya membuat emak-emak tahu terhadap politik. Kita melihat keadilan ya," ungkap anggota komunitas Macan Jatim ini mengakhiri.
Berita ini kali pertama diterbitkan TimesIndonesia.co.id dengan judul “Begini Komentar Komunitas Macan Jatim Soal Rocky Gerung”
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!