Suara.com - Suara bising yang ditimbulkan dari knalpot racing oleh pengendara roda dua di wilayah hukum Polres Sampang, Madura, Jawa Timur semakin marak.
Menyikapi gejala itu, anggota DPRD setempat berencana mendatangi kantor Satlantas, untuk meminta polisi bertindak tegas.
Guntur Wahab, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Sampang, saat ditemui mengakui geram akibat ulah para pengendara motor berknalpot brong yang kerap kali melintas di depan rumahnya.
"Karena knalpot brong ini, banyak warga yang merasa resah, kenapa kok semakin banyak," jelasnya, Senin (19/11/2018).
Lebih lanjut politikus Partai Gerindra ini mengeluhkan ulah pemotor berknalpot brong yang melintas di jalan raya Desa Pangung dan Desa Gunung Madah.
Sebab, banyak burung berkicau milik warga tidak berbunyi lantaran ketakutan dengan suara knalpot yang keras.
"Gara-gara knalpot brong ini banyak burung berkicau tidak berbunyi," keluhnya seperti dilaporkan Beritajatim.com.
Atas kondisi ini, Guntur Wahab selaku wakil rakyat berencana mendatangi kantor Satlantas Polres Sampang untuk meminta polisi segera bertindak terhadap penertiban kendaraan yang mengunakan knalpot brong.
"Mayoritas yang memakai knalpot brong ini anak muda dan pelajar SMA, kami berharap polisi lebih gencar lagi mencari kendaraan yang berkenalpot brong agar tidak meresahkan masyarakat," tandasnya.
Baca Juga: Masuk Usia 51, Indosat Fokus Layanan Video
Berita ini kali pertama diterbitkan Beritajatim.com dengan judul “Gara-gara Knalpot Brong, Burung Ogah Berkicau”
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?