Suara.com - Calon Wakil Presiden Maruf Amin mendadak ingin menjadi remaja kembali. Saat ini usia Maruf Amin 75 tahun.
Perasaan itu disampaikan Maruf Amin saat menghadir acara deklarasi Remaja (Relawan Millenial Jokowi - Maruf Amin) di Jakarta Hall Semeru, Jalan Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2018).
Maruf Amin menuturkan dirinya mengapresiasi atas dukungan yang diberikan Remaja ke pada pasangan Jokowi - Maruf Amin. Maruf Amin mengaku bila mungkin dirinya pun ingin kembali menjadi remaja.
"Andai kata boleh bisa, hari ini saya ingin jadi remaja kembali. Tapi itu tidak mungkin. Oleh karena itu saya tidak mungkin jadi remaja tapi saya ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk para remaja," tutur Maruf Amin di Jakarta Hall Semeru, Jalan Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2018).
Bersamaan dengan itu, Maruf Amin turut menyampaikan kebanggaan atas semangat Remaja untuk menghadirkan kampanye yang ceria dan cerdas tanpa hoaks serta fitnah. Maruf Amin mengklaim bahwasanya apa yang menjadi semangat Remaja tersebut sejalan dengan visi Jokowi - Maruf Amin.
Untuk itu, Maruf Amin mengajak remaja untuk turut serta memberikan ide dan gagasan dalam rangka memajukan bangsa Indonesia. Maruf Amin mengatakan dirinya tidak menginginkan partisipasi remaja dalam pesta demokrasi hanya berakhir pada tempat pemungutan suara (TPS).
"Karena itu kami tidak ingin remaja yang hanya memberikan suara di TPS, tapi tidak punya ide, tidak punya semangat, tidak punya cita-cita untuk memajukan Indonesia," tandasnya.
Berita Terkait
-
Yakin Dipilih Milenial, Ma'ruf: Mereka Orang Berpikir Rasional
-
Soal Reuni Akbar 212, Ma'ruf Amin: 212 Itu Sudah Selesai
-
Jokowi Buka-bukaan Survei Pilpres 2019: Saya Dapat 37 Persen
-
Ma'ruf Amin Janji Mundur dari MUI Jika Terpilih di Pilpres 2019
-
Siapa Elit Politik yang Diancam karena Dukung Prabowo - Sandiaga?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT