Suara.com - Sejumlah zuriah atau tokoh ulama keturunan pendiri Nadhlatul Ulama (NU) bertemu dengan Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2018) malam. Selain bersilahturahmi, kedatangannya mereka pun sebagai wujud dari dukungan untuk Prabowo – Sandiaga di Pilpres 2019.
Salah satu tokoh Pesantren Tambak Beras, Jawa Timur, KH Hasib Wahab yang juga putera dari bapak pendiri NU, KH Wahab Abdullah menjelaskan bahwa sejumlah zuriah Pesantren Tambak Beras sudah lama merenungkan soal siapa sosok yang lebih pantas untuk menjadi Presiden RI periode 2019-2024. Dengan meminta petunjuk serta menjalani istikharah, akhirnya mereka sepakat untuk mendukung Prabowo – Sandiaga yang menurutnya pas untuk mengubah kondisi negara menjadi lebih baik.
“Kami ini sudah mendapatkan pilihan untuk penetapan dan Insyaallah terbaik untuk Indonesia ke depan untuk bisa lebih baik lagi dan ekonomi lebih stabil,” kata Hasib di kediaman Prabowo.
Selain itu, Hasib menjelaskan bahwa pihaknya melihat dari sebuah dalil ‘mafasit’ atau menghindarkan sebuah kerusakan atau kerugian diutamakan atas upaya membawakan keuntungan dan kebaikan. Dalil mafasit itu menurutnya merupakan wujud dari kondisi negara saat ini.
“Banyak kerusakan-kerusakan. Baik itu korupsi dan sebagainya. Ini sudah bahaya, kalau nggak ada satu cara solusinya. Bukan hanya tidak hanya daerah pusat saja, tapi sampai daerah,” ungkapnya.
Oleh sebab itulah, kemudian Hasib beserta ulama Pesantren Tambak Beras meyakini jikalau Prabowo – Sandiaga mampu mengatasi permasalahan itu.
“Kami lihat dan saya tahu persis Pak Prabowo dan Sandiaga, saya tahu (keduanya) bersih, jujur dan terpercaya. Insyaallah Indonesia lebih baik.,” pungkasnya.
Selain rombongan ulama dari Pesantren Tambak Beras, adapun sejumlah ulama zuriah NU yang berasal dari Pesantren Tebu Ireng, Jawa Timur juga menghadiri pertemuan yang diadakan pada malam hari tersebut.
Baca Juga: Prabowo - Sandiaga Terima Kunjungan Silaturahmi dari Keturunan Pendiri NU
Berita Terkait
-
Prabowo - Sandiaga Terima Kunjungan Silaturahmi dari Keturunan Pendiri NU
-
Resep Sandiaga Melawan Warganet Nyinyir: Jangan Baperan!
-
Dikritik Jarang Kampanye, Prabowo Subianto Siapkan Jadwal
-
Ulang Tahun ke-67, Prabowo Fokus Kerja Keras untuk Rakyat
-
Kwik Kian Gie Tidak Dukung Paslon Mana-mana, Tapi Pilih Jadi Ini
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
-
Sosok Meriyati Roeslani, Istri Jenderal Hoegeng yang Meninggal pada Usia 100 Tahun
Terkini
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Kabar Krisis Iklim Bikin Lelah, Bagaimana Cara Mengubahnya Jadi Gerakan Digital?
-
Anggota DPR Tanya ke BNN: Whip Pink Mulai Menggejala, Masuk Narkotika atau Cuma Seperti Aibon?
-
Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Rano Karno: Bagian dari Proyek Raksasa Jakarta
-
Saat Daerah Tak Sanggup Bayar Gaji ASN, Siswa SD di NTT Menyerah pada Hidup Demi Buku Tulis