Suara.com - Hujan deras disertai badai yang menerjang Kota Semarang Senin (3/12/2018) sore turut mengganggu penerbangan pesawat di Bandara Ahmad Yani Semarang.
Beberapa pesawat sempat menunda untuk mendarat maupun terbang lantaran kondisi cuaca dan run way yang tak memungkinkan dioperasionalkan.
Kondisi itu juga memaska dua maskapai penerbangan berputar-putar di atas langit sampai cuaca membaik dan memungkinkan untuk mendarat. Pesawat itu berputar selama 45 menit demi keamanan dan keselamatan penumpang.
"Dua pesawat menunggu di atas, Citilink nomor penerbangan CTV144 rute Halim - Semarang dan Air Asia dari Singapura nomor penerbangan AWQ663, antara pukul 16.00-16.45 WIB," kata Kelik Widjanarko, Manajer Operasional Air Traffic Control Bandara Ahmad Yani Semarang, Senin (3/12/2018).
Pihaknya lalu memastikan untuk dua pesawat tersebut mendarat pada pukul 16.49 WIB, termasuk maskapai Lion Air rute Semarang - Banjarmasin yang delay penerbangan akibat cuaca buruk tersebut.
"Operasional normal pada pukul 16.49 WIB. Semua pesawat yang terdelay dapat mendarat dan take off dengan selamat," katanya.
Hujan badai juga menggangu pengguna moda transportasi darat kereta api. Di Stasiun Besar Tawang Semarang, lobi dan peron stasiun tergenang air setinggi mata kaki.
Kontributor : Adam Iyasa
Baca Juga: Rumah Ambles, Pembangunan Turap Ancol Ditargetkan Rampung Pekan Ini
Berita Terkait
-
Meski Bandara Soetta Telah Dibuka, Tak Semua Penerbangan Langsung Beroperasi
-
Atasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Jajaki Hujan Buatan di Langit Jakarta
-
Dampak Badai Matahari, Sinyal GPS di Bumi Alami Gangguan Presisi
-
Lima Bandara Buka 24 Jam untuk Tampung Penerbangan Terdampak Krakatau
-
Penutupan Bandara Jakarta, Bandung, dan Lampung Diperpanjang, Citilink Siapkan Penanganan Penumpang
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?
-
Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane