Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan pembangunan turap di Pademangan, Ancol, Jakarta Utara rampung pada pekan depan. Pembangunan turap terus dikerjakan guna mengantisipasi tanah kembali ambles.
"Laporan per Sabtu (1/12/2018), turap 80 meter yang longsor sudah selesai, jadi sudah 3/4 selesai. Sekarang lagi mulai perbaikan yang 50 meter, mudah-mudahan minggu ini selesai," kata Anies saat ditemui di Halte Busway TransJakarta Pusat Grosir Cililitan, Jakarta Timut, Senin (3/12/2018).
Sementara, untuk pembangunan kembali beberapa rumah yang ambles pada Sabtu (18/11/2018) lalu masih harus menungu pengerjaan turap.
Sebab, jika pembangunan rumah dan turap dilakukan bersamaan, maka akan mengancam keselamatan para pekerja lantaran medan yang berbahaya.
Anies pun belum memastikan status lahan di lokasi ambles. Untuk saat ini, Anies ingin memastikan agar warga bisa mendapatkan tempat tinggal sementara non permanen yang akan dibangun oleh Dinas SDA.
"Ini sekedar mengkoreksi masalah akibat longsor, dan itu bukan membenarkan bukan menyalahkan, ini supaya mereka tetap ada tempat tinggal dulu dan ini sifatnya non permanen," ujar Anies.
Sebelumnya tanah di pinggir anak Kali Ciliwung kawasan Ancol, Jakarta Utara ambles sejak Sabtu (18/11/2018) malam hingga nyaris merobohkan bangunan. Akhirnya, sebanyak 6 kepala keluarga pun memutuskan untuk mengungsi ke tempat lebih aman lantaran khawatir rumah yang mereka tempati roboh.
Berita Terkait
-
Melalui QRIS Terintegrasi, OttoDigital Tingkatkan Efisiensi Merchant di Jakarta Fair
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
-
Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan
-
Jakarta Fair 2026 Bidik Transaksi Tembus Rp8 Triliun
-
Rekayasa Lalu Lintas Bundaran HI 27 Juni, Cek Rute Alternatif dan Kantong Parkir HUT Jakarta
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT