Suara.com - Sudah dua bulan masa kampanye, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno lebih banyak kampanye di media sosial. Isu ekonomi masih mendominasi kampanye mereka di medsos.
Berdasarkan pemantauan Satu Dunia, tim pasangan Prabowo-Sandiaga hingga 10 Desember telah mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya sebanyak 206 kali. Sedangkan tim pasangan Jokowi-Ma’ruf jauh lebih kecil mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya di media sosial ketimbang rivalnya, yaitu hanya 75 kali. Namun, kedua paslon hanya saling klaim tanpa ada tawaran ide dan gagasan.
“Namun sayang, kedua paslon capres hanya saling klaim dalam kampanye mereka. Paslon nomor urut 01 mengklaim keberhasilannya, sedangkan paslon nomor 02 mengklaim pemerintah gagal dalam pembangunan ekonomi,” kata Direktur Eksekutif Satu Dunia Firdaus Cahyadi dalam sebuah diskusi di media center KPU pusat, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Masing-masing paslon tidak mengungkap kebijakan apa yang akan diubah atau diperbaiki bila terpilih menjadi Presiden. Sehingga konten kampanye mereka tidak ada isinya untuk ditawarkan ke publik.
“Akibatnya tidak ada yang substantive dalam perdebatan mereka,” kata dia.
SatuDunia melalui website www.iklancapres.id melakukan pemantauan konten kampanye capres di media sosial. Akun media yang dipantau adalah akun resmi paslon dan juga akun tim kampanye mereka. Akun medsos itu diantaranya adalah ada di facebook, twitter dan instagram. Selain itu SatuDunia juga memantau akun akun atau group di media sosial yang memiliki pengaruh dalam penyebaran kampanye masing-masing paslon.
Kemudian, isu lingkungan hidup masih kuramg diminati oleh paslon untuk diangkat dalam kampenye mereka. Berdasarkan pantauan www.iklancapres.id hingga 10 Desember, baik paslon no 01 maupun 02, mengangkat isu lingkungan dalam kampanyenya hanya dua hari.
Tak hanya itu, dalam kampanye capres di media sosial juga muncul wacana untuk kembali ke orde baru. Nampaknya, kata dia, munculnya wacana untuk kembali ke orde baru dilatarbelakangi oleh miskinnya konsep kebijakan dari masing-masing paslon ketika mereka terpilih di pilpres 2019.
“Ini jelas kemunduran dalam demokrasi,” kata dia.
Baca Juga: Prabowo Ditantang La Nyalla Jadi Imam Salat dan Baca Al Fatihah
Berita Terkait
-
Akan Bertemu Jokowi 17 Desember, Ini Salah Satu Obrolan Sandiaga Nanti
-
Sandiaga Sebut 17 Desember Akan Bertemu Jokowi
-
Prabowo Ditantang La Nyalla Jadi Imam Salat dan Baca Al Fatihah
-
Dukung Sandiaga, Fadli Zon Yakin Pembangunan Infrastruktur Bisa Tanpa Utang
-
Peta Markas Tim Prabowo - Sandiaga: Solo, Magelang dan Jawa Timur
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat